SALATIGA, Beritajateng.id – Seorang perempuan yang merupakan calon jemaah haji (calhaj) asal Kota Salatiga terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci karena belum memenuhi syarat kesehatan. Sementara suaminya tetap berangkat bersama rombongan.
Pasangan suami istri tersebut awalnya dijadwalkan berangkat bersama dalam Kloter 24. Namun, saat menjalani pemeriksaan kesehatan di embarkasi, sang istri belum dinyatakan memenuhi syarat istitaah sehingga harus menunda keberangkatan.
Kepala Kantor Haji dan Umrah Salatiga, Fuadah Maria Ulfa, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.
“Jika nanti hasil pemeriksaan kesehatan sudah dinyatakan istitaah, yang bersangkutan bisa diberangkatkan pada kesempatan berikutnya,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.
Sementara itu, sang suami tetap melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci bersama rombongan calhaj lainnya. Keberangkatan tanpa pendamping ini disebut menjadi momen emosional bagi keduanya.
Diketahui, tahun ini Kota Salatiga memberangkatkan 217 calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 24 bersama jemaah asal Kota Semarang. Rinciannya terdiri dari 94 jemaah laki-laki dan 123 jemaah perempuan.
Jemaah termuda tercatat berusia 25 tahun, yakni Taufik Aris Kurniawan, M. Najjih, Nabila Syaifudin, dan Sania Fitriyatul Muslihah. Sementara jemaah tertua berusia 84 tahun atas nama Sunarto Wasito Redjo.
Rombongan diberangkatkan dari halaman Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga pada Selasa, 28 April 2026 sore menggunakan lima bus menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Ribuan keluarga memadati area luar gerbang kompleks Pemkot Salatiga untuk mengantar keberangkatan tersebut.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















