REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai menyiapkan dropping air bersih untuk menghadapi musim kemarau.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga langkah antisipasi sejak dini dinilai penting untuk menghadapi potensi kekeringan saat kemarau.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Rembang, M Luthfi Hakim, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya mitigasi, termasuk distribusi air bersih bagi masyarakat.
“Kami BPBD Kabupaten Rembang sudah menyiapkan untuk persiapan droping air,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemetaan wilayah rawan kekeringan juga menjadi langkah penting agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Kami sudah mulai memetakan wilayah mana saja yang berpotensi mengalami kekurangan air. Ini penting agar saat kondisi darurat, kami bisa bergerak cepat,” jelasnya.
Berkaca pada tahun 2024, sebanyak 67 desa di sejumlah kecamatan di Rembang mengalami krisis air bersih. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah telah menyalurkan sekitar 1.500 tangki air bersih kepada warga terdampak.
“Pada tahun 2024, kebutuhan air cukup tinggi. Ada 67 desa yang membutuhkan bantuan, dan total droping mencapai sekitar 1.500 tangki air bersih,” ungkapnya.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada tahun 2025. Curah hujan yang masih tergolong tinggi membuat dampak kemarau tidak terlalu dirasakan, terutama di wilayah yang biasanya menjadi langganan kekeringan.
“Tahun 2025 relatif aman karena curah hujan masih tinggi, sehingga desa-desa rawan kekeringan tidak terlalu terdampak,” tambahnya.
Dengan prediksi kemarau yang lebih panjang tahun ini, BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi secara mandiri, seperti menghemat penggunaan air dan menyiapkan cadangan air bersih.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air dan mulai bersiap sejak sekarang. Jika diperlukan, pemerintah siap membantu melalui droping air bersih,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















