KUDUS, Beritajateng.id – Bupati Sam’ani Intakoris mengungkap rencananya dalam mendorong pelestarian Caping Kalo. Melalui kebijakan penggunaan pakaian adat, ia mendorong ASN perempuan mengenakan Caping Kalo setiap tanggal 23.
“Yang ibu-ibu nanti menggunakan Caping Kalo,” ujarnya saat menghadiri Final Festival Tari Lajur Caping Kalo Tingkat Kabupaten Kudus 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia pun berharap ikon budaya yang menjadi identitas Kabupaten Kudus itu bisa dikenal hingga tingkat internasional.
“Kami harapkan nanti Caping Kalo mendunia,” katanya.
Ia pun mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dan penonton. Menurutnya hal ini menunjukkan kecintaan warga terhadap seni budaya lokal, khususnya Caping Kalo yang dinilai memiliki keunikan tersendiri dibanding daerah lain.
“Masyarakat mengikuti ini dengan baik, karena mereka bangga caping kalonya ya, khas lain
Tak hanya dari sisi budaya, Sam’ani juga menyoroti potensi ekonomi dari kerajinan Caping Kalo. Menurutnya, meningkatnya penggunaan Caping Kalo dapat membuka peluang usaha bagi para pengrajin sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.
Ia pun mengingatkan pentingnya regenerasi keterampilan agar pembuatan Caping Kalo tetap lestari di masa mendatang.
“Bisa memberikan kesempatan kepada generasi-generasi penerus untuk membuat kerajinan caping kalo,” ujarnya.
Diketahui, Festival Tari Lajur Caping Kalo sendiri diselenggarakan sebagai wadah apresiasi dan pengembangan kreativitas seni tari tradisional, sekaligus bagian dari upaya pelestarian Tari Lajur Caping Kalo sebagai warisan budaya khas Kabupaten Kudus.
Kegiatan ini juga menjadi persiapan menuju pemecahan Rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo pada puncak peringatan Hari Jadi ke-477 Kota Kudus pada September 2026.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















