KUDUS, Beritajateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut bantuan perbaikan rumah dalam program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) telah menyasar sebanyak 274 unit di Jawa Tengah.
“Hampir 274 ribu rumah tidak layak huni atau RTLH, atau bahasa kerennya itu bedah rumah,” ujarnya saat menghadiri acara penerima bantuan program RTLH di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut merupakan akumulasi bantuan yang bersumber dari berbagai pihak, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah, APBD kabupaten/kota, hingga dukungan dari sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Baznas, dan pihak lainnya.
“Yang dilibatkan APBD kemudian CSR dari bank, dari Baznas ataupun dari pihak lainnya,” katanya.
Menurutnya, program RTLH tidak hanya bertujuan menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem.
“Kalau bahasa saya ya, layanan dasar untuk masyarakat yang berupa sandang, pangan, papan harus terpenuhi, sehingga mereka tidak masuk desil satu, dua maupun tiga,” ungkapnya.
Luthfi menambahkan, berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menunjukkan hasil. Tingkat kemiskinan di Jawa Tengah tercatat turun dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen.
“Hampir 1,3 juta masyarakat kita miskin ekstrem sudah kita angkat,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan RTLH, Hadi Mulyono, mengaku bersyukur rumahnya dapat direnovasi melalui program tersebut. Ia mengaku menerima bantuan sebesar Rp20 juta, namun turut menambah biaya pembangunan menggunakan dana pribadi.
“Dapat bantuan Rp20 juta, saya tambah sendiri lebih dari Rp50 juta,” katanya.
Hadi mengatakan rumah yang telah selesai dibangun kini ditempati satu keluarga dan memiliki empat kamar, sehingga lebih nyaman serta layak dihuni dibandingkan kondisi sebelumnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















