KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perdagangan mulai melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota.
Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, I’in Vestriaswari, menuturkan penataan ini dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan ajang sepak bola putri internasional, Srikandi Merdeka Cup.
Acara yang akan berlangsung pada 14-23 Agustus 2026 itu akan diikuti berbagai tim dari tujuh negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi. Event itu digelar di Supersoccer Arena yang berada di dekat Lapangan Rendeng.
Menurutnya penataan PKL di Lapangan Rendeng bertujuan kawasan tersebut lebih bersih, rapi dan higienis. Pembenahan difokuskan pada peningkatan kebersihan, kerapian, serta penggunaan perlengkapan yang mendukung standar higienitas.
Ia mengatakan penekanan terhadap kebersihan dan higenitas bagi para pedagang telah dilakukan secara intens, terutama yang berada di sekitar Lapangan Rendeng.
“Kami sudah bagikan celemek dan sarung tangan untuk semua PKL di kawasan Lapangan Rendeng. Jadi supaya bisa berjualan dengan lebih bersih, rapi dan higienis,” ujar I’in.
Ia menjelaskan, arahan tersebut merupakan keinginan Bupati Kudus agar wajah kawasan kuliner di Kota Kretek mampu memberikan kesan yang baik bagi tamu mancanegara.
Selain perlengkapan kebersihan, para pedagang juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dengan menyediakan tempat sampah di setiap lapak.
“Bupati ingin pedagang kita bersih dan rapi. Kalau bersih tentu akan terlihat bagus. Kita akan turun langsung untuk memberikan sosialisasi agar para pedagang mengenakan celemek, sarung tangan dan menyiapkan tempat sampah,” katanya.
Lebih lanjut, pada saat Srikandi Merdeka Cup berlangsung, PKL di Kawasan Lapangan Rendeng juga akan disediakan stand khusus untuk berjualan. Tujuannya agar aktivitas jual beli berlangsung lebih tertata.
“Harapannya nanti bisa memberikan kesan yang lebih bagus bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Kudus,” katanya.
Ia menuturkan total jumlah PKL di kawasan Lapangan Rendeng mencapai 51 orang. Agar seluruh pedagang tetap mendapat kesempatan berjualan, pihaknya meminta paguyuban mengatur sistem pergantian atau shift sehingga seluruh lapak tetap terisi selama penyelenggaraan turnamen.
“Biasanya memang untuk PKL di Lapangan Rendeng itu berjualannya yang ramai mulai sore hingga malam hari. Tapi, selama pelaksanaan Srikandi Merdeka Cup, pedagang diperbolehkan berjualan mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB tanpa hari libur,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















