SEMARANG, Beritajateng.id – Insiden kebakaran rumah di wilayah Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, kini menelan dua korban jiwa. Setelah sebelumnya balita berinisial N meninggal pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, sang kakak berinisial AMU yang masih berusia tiga tahun dikabarkan meninggal pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo membenarkan jumlah korban bertambah dalam insiden itu. Ia menuturkan AMU sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Banyumanik sebelum dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang akibat luka bakar serius.
“Iya, AMU sudah meninggal dunia. Jamnya saya kurang tahu, tapi sudah dimakamkan tadi pukul 10.00 WIB, makamnya di samping adiknya,” katanya, Minggu, 30 Agustus 2026.
Dengan meninggalnya AMU, total korban meninggal akibat kebakaran tersebut kini menjadi dua orang. Keduanya merupakan kakak beradik yang masih berusia balita.
Sementara itu, satu korban lainnya, seorang asisten rumah tangga bernama Nurjanah, masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi.
Kabar duka tersebut turut mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kota Semarang. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti sebelumnya datang melayat ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pada Jumat malam, 28 Agustus 2026.
Agustina mengatakan, kehilangan anak merupakan duka yang sangat berat bagi keluarga. Karena itu, Pemkot Semarang memastikan keluarga korban tidak menghadapi musibah tersebut seorang diri.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Semarang menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam. Kehilangan buah hati adalah duka yang luar biasa berat. Fokus utama kita saat ini adalah mendampingi keluarga, memberikan penguatan mental, serta memastikannya tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Agustina juga terus memantau kondisi korban yang masih menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi. Ia meminta masyarakat turut mendoakan agar korban selamat segera mendapatkan kesembuhan.
“Mari kita doakan bersama agar anggota keluarga yang masih dirawat di RSUP Dr. Kariadi segera diberikan kesembuhan dan ketabahan,” tuturnya.
Selain keluarga korban, Agustina memberikan apresiasi kepada warga Srondol Wetan yang bergerak cepat saat kebakaran terjadi. Warga disebut bahu-membahu memadamkan api dan mengevakuasi para korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi luar biasa kepada warga Srondol Wetan. Sikap tanggap, kepedulian, dan aksi gotong-royong warga yang langsung bahu-membahu memadamkan api serta menyelamatkan para korban di lokasi sangat berharga,” ungkapnya.
Diketahui, sebelumnya kebakaran melanda rumah milik warga di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar 11.30 WIB.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan dugaan sementara api dipicu kebocoran tabung gas di bagian dapur.
Sebelum api membesar, warga sekitar sempat mendengar suara ledakan dari arah dapur. Kuatnya ledakan bahkan diduga menyebabkan bagian tembok rumah pecah.
“Dari informasi yang saya terima dari tetangga ada suara ledakan di dapur. Tadi saya melihat di lokasi kemungkinan penyebabnya kebocoran tabung gas karena tembok atau dindingnya sampai pecah,” ungkapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Utia Lil















