BLORA, Beritajateng.id – Persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora masih terus berlanjut. Saat ini Pemerintah Kabupaten Blora tengah mengerjakan proyek pematangan lahan sebelum pembangunan fisik dilakukan.
Komisi C DPRD Blora pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pematangan lahan di wilayah Kecamatan Cepu itu, Rabu, 23 September 2026. Sidak bertujuan memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana anggaran dan spesifikasi.
“Adanya kita kesini ingin mencocokkan progres dan kualitas sesuai RAB-nya, apakah ada penyimpangan atau tidak, termasuk ada ilegal atau tidak,” ujar Ketua Komisi C DPRD Blora, Mukhlisin.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, menurutnya kondisi pekerjaan masih berjalan dengan baik dan tidak ada temuan yang menjadi catatan DPRD. Namun, DPRD tetap akan meminta laporan lengkap sebagai bahan evaluasi.
“Untuk sementara ini kondisinya masih baik-baik saja. Nanti kita juga akan minta laporannya dari pengawas, kita meminta laporannya yang lengkap,” jelasnya.
Mukhlisin menyebut progres pekerjaan hingga pekan ini telah mencapai sekitar 42 persen. Ia juga mengatakan terdapat deviasi sekitar satu persen, namun menurutnya angka tersebut masih dalam batas yang dianggap wajar selama pekerjaan tetap berjalan sesuai target kontrak.
“Walaupun progres sudah sesuai, meskipun ada deviasi satu persen masih wajar lah. Nanti kita tunggu sampai masa akhir kontrak, termasuk kualitas harus terjaga,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama CV Sejahtera Tehnik sebagai kontraktor proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat, Nandhif, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca selama proses pekerjaan berlangsung.
“Untuk mengantisipasi cuaca kita pakai bahan kualitas bagus, hingga hal buruk apapun yang terjadi kita tetap menjalankan progres,” kata Nandhif.
Ia juga memastikan pihak kontraktor masih memungkinkan melakukan penambahan armada apabila dibutuhkan untuk mengejar progres pekerjaan.
“Untuk menambah armada kita sangat bisa. Untuk materialnya kita sesuai, pakai punyanya Pak Jais Todanan dan kita pakai penambahan dari Tuban, dan semuanya berizin,” ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora menelan anggaran sebesar Rp12,6 miliar. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir bulan Oktober 2026.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil















