SALATIGA, Beritajateng.id – Para buruh di wilayah Kota Salatiga berharap agar besaran kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Salatiga pada 2027 mencapai 10 persen. Hal itu mempertimbangan kebutuhan hidup layak (KHL) bagi para buruh pekerja.
Buruh di Kota Salatiga berharap besaran Upah Minimum Kota (UMK) 2027 ditetapkan sesuai kebutuhan hidup layak (KHL). Kenaikan upah dinilai penting menyusul kebutuhan pokok yang terus mengalami fluktuasi. Pekerja juga berharap UMK Salatiga 2027 dapat naik sekitar 10 persen dibandingkan UMK 2026.
Sebagai gambaran, UMK Salatiga 2026 ditetapkan sebesar Rp2.698.273,24. Apabila besarannya naik 10 persen pada 2027 mendatang, maka UMK 2026 bertambah Rp269.827 menjadi sekitar Rp2,968.000.
Bambang (26), pekerja di salah satu pabrik di Salatiga mengatakan, besaran UMK idealnya mampu menyesuaikan kebutuhan hidup pekerja. Menurutnya, buruh memiliki peran dalam menggerakkan roda perekonomian di Kota Salatiga. Karena itu, aspirasi pekerja terkait besaran UMK perlu menjadi pertimbangan dalam proses penetapan UMK 2027.
“Kalau usulan UMK sesuai KHL, buruh bisa hidup secara layak,” katanya, Kamis, 8 Oktober 2026.
Ia menilai penetapan UMK di bawah kebutuhan hidup layak akan membuat pekerja semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebaliknya, apabila usulan UMK 2027 di bawah KHL maka buruh akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup secara layak.
“Karena itu, saya minta Pemkot Salatiga mengajukan usulan UMK 2027 sesuai KHL,” ujarnya.
Pekerja lainnya, Imam, mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan besaran upah. Sebab, kebutuhan pekerja terus berjalan sementara pendapatan harus mampu mengimbangi biaya hidup.
“Kalau upah yang didapat setiap bulan tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup, bagaimana kami bisa hidup layak? Tolong tampung aspirasi para buruh,” katanya.
Ia mengakui UMK Salatiga setiap tahun mengalami kenaikan. Namun, buruh berharap kenaikan UMK 2027 tidak sekadar bertambah secara nominal, melainkan juga mampu menjawab kebutuhan hidup pekerja.
“Harapan saya, UMK 2027 bisa naik 10 persen dari UMK 2026,” ujarnya.
Imam meminta pemerintah daerah setempat dapat menampung aspirasi pekerja dalam proses pembahasan UMK Salatiga 2027.
“Harapannya pemerintah bisa memperhatikan kondisi buruh. Buruh juga punya andil dalam perputaran roda perekonomian di Salatiga,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Utia Lil















