BATANG, Beritajateng.id – Para pelajar di SMP Negeri 2 Kandeman menyambut baik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan. Sistem diketahui baru diuji coba secara terbatas di Kabupaten Batang.
Di sekolah tersebut, siswa penerima MBG prasmanan hanya menyasar dua kelas saja. Konsep ini akan dilakukan selama beberapa pekan sebagai tolok ukur keberhasilan dalam penyajian menu, sekaligus untuk mengetahui respons para siswa.
Salah satu siswi kelas IX, Putri, mengaku lebih menyukai konsep penyajian secara prasmanan dibandingkan dengan dibagikan dalam ompreng. Menurutnya dengan prasmanan, makanan lebih segar dan ia dapat menyesuaikan porsi makanannya.
“Nasi sama lauknya masih hangat, jadi bisa nambah. Hari ini menunya ada ayam, tempe, sayur sama pisang, tadi nambahnya lauk tempe sama ayam karena suka,” katanya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Putri mendukung penuh MBG prasmanan. Selain faktor menu yang masih hangat, sistem ini menurutnya dapat menambah nafsu makan.
“Lebih milih kayak gini sih, bisa nambah juga karena biasanya yang dibagikan itu lauknya kurang banyak,” jelasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Kandeman Adam Malik mengapresiasi sekolahnya terpilih menjadi tempat uji coba konsep MBG prasmanan. Selain disajikan dalam kondisi hangat, menurutnya konsep ini menjadikan anak lebih lahap menikmati menu.
“Anak bisa mengambil sesuai porsinya, sehingga tidak ada makanan sisa yang terbuang, jadi lebih efektif. Konsep prasmanan sudah diujicobakan sejak 5 Oktober 2026, yang diberikan kepada 64 siswa penerima di kelas IX A dan IX B,” terangnya.
Ia pun menekankan terkait kesiapan infrastruktur apabila MBG prasmanan diterapkan secara penuh.
“Alangkah baiknya, jika disiapkan ruang aula, sementara di sini belum punya. Jadi sementara hanya di area kelas yang datar saja yang bisa,” ungkapnya.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro Wahyu Nugroho mengatakan MBG prasmanan akan diuji coba selama dua pekan kedepan di sejumlah sekolah penerima manfaat.
“Untuk kepastian keberlanjutannya, kami menunggu arahan dari BGN karena akan dievaluasi terlebih dahulu,” ujar dia.
Sumber: Humas Pemkab Batang
Editor: Utia Lil















