BLORA, Beritajateng.id – Sejumlah warga di wilayah Dukuh Gunungrowo, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Blora, terpaksa ngangsu atau mengambil air dari sumur terdekat secara manual menggunakan timba.
Kondisi itu lantaran kemarau yang masih berlangsung berdampak pada kebutuhan air bersih warga. Namun, kekeringan ini juga turut membuat debit air sumur semakin menipis sehingga sejumlah warga harus mendatangi sumur-sumur yang letaknya lebih jauh.
Salah seorang warga, Mundasah, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, cuaca panas turut membuat ketersediaan air semakin terbatas.
“Air bersih sekarang agak susah karena musimnya juga panas seperti ini. Ya, siapa tahu nanti ada droping air di sumur terdekat,” ujar Mundasah, Rabu, 14 Oktober 2026.
Kesulitan serupa dirasakan Nanda. Warga yang rumahnya cukup jauh dari sumur di Dukuh Gunungrowo itu terpaksa mengambil air di lokasi tersebut karena sumur di dekat rumahnya sudah kehabisan air.
Meski demikian, kondisi sumur yang menjadi tempatnya mengambil air juga memprihatinkan. Persediaan air semakin sedikit dan kondisinya mulai keruh.
“Harapannya ya ada bantuan bersih pada masa sulit ini. Saat ini sudah pertengahan Oktober, tapi belum ada hujan yang mampu untuk kebutuhan sehari-harinya,” harapnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil















