BLORA, Beritajateng.id – Pembangunan gorong-gorong mulai direalisasikan di ruas Jalan Nasional Blora-Cepu pada Rabu, 14 Oktober 2026 kemarin. Proyek ini diproyeksikan sebagai tempat singgah air agar banjir tak kembali menggenangi ruas itu saat hujan tiba.
Pelaksana proyek preservasi gorong-gorong, Ryan, mengatakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-Yogyakarta membangun satu unit gorong-gorong untuk mengoptimalkan aliran air di sekitar badan jalan.
“Ukuran gorong-gorong satu unit lebarnya 1,2 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Total panjangnya 12 meter,” ujar Ryan, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurutnya, pembangunan gorong-gorong tersebut dilengkapi dengan penampungan air untuk mengurangi luapan air dari ruas jalan nasional Blora-Cepu saat hujan deras.
“Pekerjaan juga mencakup penanganan infrastruktur yang sudah ada agar fungsi drainase lebih optimal. Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut melibatkan lima pekerja dan tiga operator alat berat,” katanya.
Ryan menyebut pembangunan gorong-gorong tersebut masuk dalam preservasi atau pemeliharaan jalan nasional di wilayah Blora dan Rembang pada tahun 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp10,6 miliar.
Anggaran yang dialokasikan BBPJN terdiri atas Rp7 miliar untuk rehabilitasi jalan, Rp1,5 miliar untuk pemeliharaan rutin kondisi jalan, Rp1,5 miliar untuk penanganan holding, serta Rp600 juta untuk pemeliharaan berkala jembatan.
“Paket preservasi tersebut mencakup penanganan sejumlah ruas jalan lainnya. Yaitu, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Sudirman di Kabupaten Blora serta Jalan Mantingan di Kabupaten Rembang,” bebernya.
Ryan mengatakan perbaikan Jalan Ahmad Yani dilakukan sepanjang sekitar 1,3 kilometer dengan nilai pekerjaan sekitar Rp2 miliar. Sementara itu, penanganan Jalan Jenderal Sudirman mencakup sekitar 0,5 kilometer dengan anggaran sekitar Rp1 miliar.
Adapun di Jalan Mantingan, Kabupaten Rembang, pekerjaan perbaikan dilakukan sepanjang sekitar 1,1 kilometer. Penanganan infrastruktur pendukung juga mencakup Jembatan Sambong di Kabupaten Blora.
Pekerjaan preservasi tersebut dilakukan untuk menangani kerusakan jalan nasional di sejumlah titik pada ruas Rembang-Blora-Cepu, termasuk lubang pada badan jalan yang muncul akibat tingginya curah hujan.
Melalui pekerjaan tersebut, Ryan menuturkan BBPJN Jawa Tengah-Yogyakarta tidak hanya menangani kerusakan permukaan jalan. Namun juga memperbaiki infrastruktur pendukung, seperti gorong-gorong dan jembatan.
Dengan penanganan tersebut, kondisi jalan nasional di wilayah Blora dan sekitarnya diharapkan tetap terjaga sehingga dapat mendukung kelancaran dan keselamatan lalu lintas.
“Infrastruktur pendukung itu, menjaga fungsi jalan nasional serta mengurangi risiko genangan dan luapan air saat musim hujan,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, banjir yang terjadi di wilayah sekitar Jalan Nasional Blora-Cepu tahun lalu mengakibatkan beberapa ruko di Desa/Kecamatan Jiken terkenal limpasan air. Akibatnya barang dagangan milik warga rusak hingga hanyut.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil















