Beritajateng.id – Sains tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga bisa ditemukan dalam eksperimen yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Semangat inilah yang dihadirkan mahasiswa KKN-T IPB University melalui program Glagah Science Day bagi siswa MA Nahdlotussibyan di Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Melalui kegiatan eksperimen interaktif berbasis praktik langsung, program ini dirancang untuk menumbuhkan minat sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap sains.
Glagah Science Day merupakan rangkaian kegiatan percobaan sains sederhana yang terdiri dari kata rahasia, bantal meledak, kertas terbakar, dan tangan terbakar. Kata rahasia menampilkan tulisan tak terlihat yang muncul melalui perubahan warna kunyit sebagai indikator asam-basa, seolah mengungkap pesan tersembunyi. Percobaan bantal meledak menunjukkan reaksi cuka dan soda kue yang menghasilkan gas hingga memicu ledakan kecil dalam plastik. Pada percobaan kertas terbakar, api tampak menyala tanpa merusak kertas karena air menyerap panas. Sementara itu, percobaan tangan terbakar memperlihatkan nyala api sesaat di permukaan tangan yang terlindungi oleh lapisan gelembung sabun.
Kegiatan diawali dengan sambutan Bapak Arif Rahman, selaku kepala sekolah MA Nahdlotussibyan sekaligus pembukaan kegiatan Glagah Science Day, dan dilanjutkan oleh sesi penyerahan sertifikat yang secara simbolis menandakan terjalinnya hubungan kerja sama antara sekolah dan tim KKN-T. Setelah sesi seremonial selesai, inti acara berupa eksperimen ilmiah mulai didemonstrasikan oleh mahasiswa KKN-T IPB serta dijelaskan pula edukasi interaktif mengenai prinsip dan mekanisme jalannya eksperimen kepada para siswa/i MA.
Antusiasme siswa/i sudah terasa sejak kegiatan dimulai. Pada sesi pertama, yaitu percobaan Kata Rahasia, suasana kelas perlahan berubah menjadi lebih hidup melalui kuis dan tanya jawab interaktif. Siswa/i tampak bersemangat menebak hasil percobaan serta mencari tahu alasan di balik perubahan warna yang terjadi. Keceriaan itu semakin terasa saat mereka mengikuti percobaan Bantal Meledak.
Dalam kelompok-kelompok kecil, siswa/i berkesempatan melakukan eksperimen secara langsung. Sorak kagum dan tawa pun pecah ketika ledakan kecil terjadi. Momen tersebut bukan hanya menghadirkan kesenangan, tetapi juga membantu siswa/i memahami proses terbentuknya gas dalam reaksi kimia melalu pengalaman yang nyata dan mudah diingat.
Memasuki sesi siang, semangat siswa/i tetap terjaga. Pada percobaan Kertas Terbakar dan Tangan Terbakar, mereka diberi kesempatan untuk mengamati dan mencoba eksperimen secara langsung dengan pendampingan ketat dari tim KKN-T IPB University. Dengan alat pelindung diri, termasuk jas laboratorium, siswa/i belajar bahwa setiap eksperimen perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab.
Mereka tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai prinsip keselamatan kerja di laboratorium, tetapi juga melihat secara langsung mekanisme ilmiah yang mendasari setiap percobaan. Pengalaman ini menjadi begitu berkesan karena sains tidak lagi hadir sebagai sesuatu yang jauh dan abstrak, melainkan dapat diamati, dipahami, dan dirasakan melalui proses belajar yang menyenangkan.
Melalui rangkaian kegiatan Glagah Science Day, siswa/i MA Nahdlotussibyan tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman belajar yang hangat, menyenangkan, dan membekas. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan siswa/i terhadap sains, memelihara rasa ingin tahu, serta mendorong mereka untuk berpikir lebih kritis dan ilmiah. Melalui praktik langsung dan pendampingan yang menyenangkan, sains menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, bukan lagi pelajaran yang sulit atau membosankan, melainkan pengalaman yang mampu menginspirasi dan membuka cara pandang baru.











