KENDAL, Beritajateng.id – SMP Negeri 1 Patebon Kabupaten Kendal menekankan pembinaan karakter terhadap pendidikan peserta didik. Hal ini disesuaikan dengan geografis dan kultur daerah yang merupakan warga pesisir.
Kepala Sekolah SMPN 1 Patebon, Aris Suparyanto, menyampaikan pembinaan karakter penting karena kultur daerah yang mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku anak di pesisir dinilai relatif lebih rendah dibandingkan daerah nonpesisir.
“Kami menekankan dalam tata tertib yang kita kuatkan. Di sekolah saya memposisikan diri sebagai orang tua murid. Kita buat raport karakter, kita laporkan kepada orang tua. Sehingga saat muncul permasalahan itu sudah ada kolaborasi antara orang tua dan sekolah. Kalau ada kolaborasi kita akan lebih mudah menyelesaikan masalah karakter anak,” terangnya, Sabtu, 6 Desember 2025.
Aris menuturkan raport karakter akan menjadi catatan laporan dan bahan evaluasi peserta didik.
“Teknisnya itu sederhana, saat anak-anak itu melakukan pelanggaran, anak menulis sendiri apa pelanggarannya, tanda tangan. Kemudian kita pahamkan, kalau mereka salah akan memperbaiki seperti apa,” terangnya.
Disdikbud Kendal Pastikan 391 PAUD Terima Bantuan IFP dari Kemendikbudristek
Pihak sekolah tidak serta merta memberikan hukuman jika siswa melakukan pelanggaran. Alih-alih, mengedepankan solusi agar anak didik dapat memperbaiki kesalahannya.
“Ibaratnya ada langkah penghapusan dosa. Kita beri kesempatan mereka untuk memperbaiki pelanggaran yang dilakukan. Di sisi lain anak yang skor positifnya tinggi tidak ada pelanggaran kita berikan reward,” terangnya.
Meski berada di daerah pesisir, SMPN 1 Patebon telah mencetak pelajar berprestasi, diantaranya mampu menyabet juara 1 OSN Matematika Kabupaten Kendal dan Juara 1 Lomba FTBI (Festival Tunas Bahasa Ibu) di tingkat Kabupaten Kendal.
“Kita membuka layanan seluas-luasnya untuk pengembangan anak diantaranya melalui ekstra kulikuler, kegiatan karya ilmiah remaja, dan kita selalu memberikan informasi secara aktif terkait lomba-lomba, kita dampingi dan kita bantu tentunya berkolaborasi dengan orang tua,” terangnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa















