BLORA, Beritajateng.id – Sebanyak 449 prajurit Yonif 410/Alugoro Blora kembali ke markas setelah menjalankan tugas pengamanan di Papua selama 12 bulan. Mereka tiba pada Senin, 12 Oktober 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.
Kepulangan ratusan prajurit usai bertugas ini mendapat sambutan langsung dari Bupati Blora Arief Rohman dan Wakilnya Sri Setyorini berserta jajarannya dan keluarga masing-masing prajurit.
Komandan Yonif 410/Alugoro sekaligus Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua, Letkol Inf Sudarmanto, mengatakan seluruh 449 prajurit kembali dengan selamat. Namun, satu prajurit asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, gugur saat menjalankan tugas.
“Duka mendalam juga kita rasakan bersama karena satu anggota terbaik kita gugur saat menjalankan tugas negara di Papua,” ujar Sudarmanto, saat ditemui pasca upacara penyambutan prajurit, Selasa dini hari, 13 Oktober 2026.
Sebelum menjalankan operasi selama 12 bulan, ia menjelaskan para prajurit terlebih dahulu mengikuti latihan persiapan selama sekitar dua bulan.
“Sebelum bertugas, kami sudah berangkat kurang lebih dua bulan untuk melaksanakan latihan tugas operasi dan latihan pratugas. Kemudian dilanjutkan 12 bulan kami melakukan tugas operasi,” jelasnya.
Selama bertugas di Papua, para prajurit tidak hanya fokus pada pengamanan wilayah perbatasan. Mereka juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat setempat.
Menurut Sudarmanto, pendekatan humanis menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah penugasan.
Upaya tersebut, kata dia, juga mendorong sejumlah orang yang terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menyerahkan diri. Dalam penugasan tersebut, ia mengklaim berhasil mengajak 37 orang terafiliasi OPM untuk menyerahkan diri dan kembali ke NKRI.
“Melalui pendekatan yang persuasif dan menyentuh hati rakyat, pasukan Yonif 410/Alugoro bahkan berhasil mengajak sejumlah anggota kelompok OPM untuk menyerahkan diri secara sukarela dan kembali berikrar setia ke pangkuan NKRI,” ungkapnya.
Sudarmanto menyebut, dari 37 orang yang menyerahkan diri, terdapat sejumlah orang yang memiliki posisi penting di kelompok OPM. Mereka terdiri dari satu wakil komandan wilayah operasi, dua komandan batalion, serta 34 anggota. Dua komandan batalion tersebut disebut berasal dari Batalyon Ofir dan Batalyon Sair.
“Satu wakil komandan wilayah, dua orang komandan batalyon dan 34 anggota OPM mau menyerahkan diri ke pos kita,” katanya.
Prosesi penyerahan diri dan pernyataan kembali ke NKRI itu dipimpin Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto.
Di sisi lain, Sudarmanto menambahkan medan dan kondisi alam Papua menjadi tantangan tersendiri selama penugasan. Perubahan cuaca, sungai, pegunungan, hingga lebatnya hutan kerap menghambat pergerakan pasukan.
“Di sana iklim tidak menentu, kadang hujan, kadang kering. Lalu dengan adanya variasi wilayah, banyak sungai, banyak gunung, serta vegetasi hutan, itulah yang menghambat kegiatan operasi kita,” tuturnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil















