BLORA, Beritajateng.id – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Blora, mengaku tidak terlibat dalam pengusulan maupun penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) yang menyasar delapan sekolah di wilayah setempat.
Kepala Bidang Pemerintahan Dan Pembangunan Manusia Bapperida Blora, Ganis Cahyo Utomo, mengatakan semenjak Dana Alokasi Khusus (DAK) dihilangkan pihaknya tidak terlibat dalam perencanaan rehabilitasi maupun revitalisasi sekolah negeri.
“Kalau dulu masih DAK, melalui Bapperida, aplikasinya namanya Krisna. OPD (organisasi perangkat daerah) yang mengusulkan, Bapperida hanya memprioritaskan,” katanya.
Dalam proyek nasional, pihaknya tidak terlibat sama sekali dalam baik program Banpres maupun program Revitalisasi Sekolah. Menurutnya, usulan program tersebut melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari masing-masing sekolah.
“Kita hanya terlibat bila menggunakan anggaran APBD kabupaten Blora,” ungkapnya.
Tak hanya Bapperida, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora juga diketahui tidak terlibat dalam program tersebut. Hal tersebut memastikan program Banpres dikerjakan langsung oleh pihak sekolah tanpa melalui koordinasi dengan OPD terkait.
Sebelumnya diberitakan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Blora juga tidak terlibat dalam program Banpres. Padahal anggaran yang dikucurkan mencapai miliaran rupiah.
“Kami tidak tahu. Untuk Banpres ini kami tidak dilibatkan dan sekolah yang menerima juga tidak ada melaporkan ke Dinas,” ujar Sandy Tresna Hadi, Kepala Bidang Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Selasa, 28 April 2026 kemarin.
Dindik Blora Akui Tak Tahu Soal Banpres Miliaran Rupiah untuk Sejumlah Sekolah
Diketahui, SMPN 3 Blora menerima Banpres mencapai Rp2,09 miliar. Dana tersebut digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana sekolah.
“Bantuan dari pusat itu sebenarnya untuk tahun 2025, namun pelaksanaannya baru dimulai tahun 2026 karena pencairan anggaran baru terlaksana pada 9 Desember 2025,” kata Kepala SMPN 3 Blora, Trimo.
Bantuan yang bersumber dari APBN itu dimanfaatkan untuk pembangunan tiga ruang kelas baru, satu ruang tambahan, serta fasilitas pendukung seperti toilet.
Sebagai tambahan informasi, adapun sekolah yang mendapatkan Banpres meliputi:
1. SMPN 3 Kunduran
2. SMPN 3 Blora
3. SMPN 3 Jiken
4. SMPN 1 Menden
5. SMPN 2 Kedungtuban
6. SMAN 1 Jepon
7. SMK Pelita Japah
8. SMK Muhammadiyah Kedungtuban.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















