BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menyiapkan anggaran sebesar Rp14 miliar untuk persiapan pembangunan sekolah rakyat tahap dua.
Plt Kepala DPUPR Blora, Nizamudin Al Huda, mengungkap pembangunan gedung sekolah rakyat tahap dua itu masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
Ia lahan yang disediakan oleh Pemkab Blora untuk sekolah rakyat itu sudah siap dan telah disurvey oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Namun, pihak kementerian memberikan pekerjaan rumah (PR) untuk lebih mematangkan lagi kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah rakyat, tepatnya di area persawahan ex bengkok Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu.
“Lahannya sudah fik (pasti). Kurang lebih 7 hektar. Namun ini masih diperlukan pematangan dengan dilakukan pengurukan,” terang Huda, Jumat, 16 Januari 2026.
Menurutnya pengurukan lahan itu membutuhkan biaya sekitar Rp14 miliar.
“Untuk luas lahan 7 hektar, anggaran yang disiapkan sekitar Rp14 miliar,” katanya.
Huda menjelaskan pengurukan lahan itu masih melihat Detail Engineering Design (DED). Pasalnya DED tersebut masih membutuhkan konsultasi kepada Satker prasarana strategis kementerian PU.
“Saat ini masih proses perencanaan. Saya targetkan akhir februari perencanaan sudah selesai. Bulan maret ditargetkan sudah dilakukan kontrak,” kata Huda.
Pengurukan di tanah ex bengkok itu memiliki kedalaman sekitar 60 sentimeter. Tak hanya itu, pihaknya juga akan membuat jalan akses ke lokasi pembangunan.
“Nanti juga akan dibuatkan jalan akses, dari Jalan Provinsi disana masuk ke lokasi,” katanya
Pembangunan sekolah rakyat itu, kata dia, diperkirakan akan dibangun oleh kementerian pada tahun 2027. Pasalnya tahun ini masih dilakukan pematangan lahan.
“Pr-nya itu saja, dari Pemkab itu saja (pematangan lahan). Kemungkinan di tahun 2027, nanti pembangunan dari Satker Prasarana Strategis,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, sekolah rakyat menengah atas (SRMA) 18 Blora tidak memiliki rencana untuk menambah siswa pada tahun ajaran baru, dikarenakan keterbatasan ruangan.
Saat ini SRMA 18 Blora, hanya memiliki 14 ruangan. Dari total itu 8 ruangan sudah digunakan sebagai asrama guru dan siswa. Sementara 6 ruangan lainnya digunakan sebagai ruang kelas dan ruangan sarana prasarana penunjang pembelajaran siswa.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















