JEPARA, Beritajateng.id – Sebanyak 17.372 guru non ASN di Kabupaten Jepara mendapatkan Kartu Guru Sejahtera. Dengan kartu tersebut, nantinya para guru tersebut akan menjadi penerima manfaat dari program kesejahteraan itu.
Puluhan ribu guru tersebut berasal dari berbagai jenjang dan lembaga pendidikan mulai dari guru sekolah, madrasah, ustadz TPQ, tenaga pengajar madin, pondok pesantren hingga instruktur lembaga kursus dan pendidikan non formal lainnya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menjelaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang pondasinya dibentuk melalui pendidikan.
“Pendidikan adalah pondasi utama. Di dalamnya ada peran besar para guru, ustadz, dan kyai yang mendidik generasi masa depan Jepara,” katanya saat menghadiri Halal Bihalal dan Harlah ke-74 Pergunu di Aula Sunu Ngesti Tomo, pada Sabtu, 11 April 2026.
Menurutnya, kehadiran Kartu Guru Sejahtera merupakan bentuk penghargaan nyata bagi para pendidik yang telah mengabdi dengan penuh dedikasi. Ia mengungkap pada tahun pertama pelaksanaannya, program ini telah menjangkau 10.827 guru dengan total anggaran Rp19,488 miliar. Di tahun 2026, cakupan penerima diperluas, termasuk guru PAUD non-PNS/non-PPPK yang belum menerima Tunjangan Profesi Guru.
Selain itu, Pemkab Jepara juga melanjutkan Program Kartu Sarjana Jepara yang sebelumnya telah membantu 2.398 pelajar dan mahasiswa. Program tersebut akan kembali digulirkan dengan dukungan Baznas serta kolaborasi perguruan tinggi.
“Ini adalah ikhtiar bersama agar generasi muda Jepara memiliki akses pendidikan yang lebih luas dan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pergunu Jepara, Ahmad Makhali, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru semakin nyata dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi. Ini kabar baik bagi guru madrasah, khususnya yang jumlahnya ribuan di Jepara,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















