BLORA, Beritajateng.id – Harga Minyakita di Kabupaten Blora melambung tinggi melebihi Harga Eceran Terendah (HET). Temuan ini membuat Bulog turun tangan dengan mendistribusikan minyak goreng tersebut ke pedagang dengan harga murah.
Pemimpin Bulog KC Pati, Meitha Nova Riany menjelaskan daerah-daerah se-Cabang Pati mendapatkan kuota 500 ribu liter per bulan untuk didistribusikan. Saat ini yang sudah tersalurkan sebanyak 150 ribu liter.
“Stok Blora 100 ribu liter per bulan. Saat ini 10 ribu liter sudah tersalurkan,” ujar Meitha, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia mengungkap pihaknya mendistribusikan Minyakita ke pedagang dengan harga Rp14.500 per satu liter. Dengan harga itu, menurutnya para pedagang di Blora bisa menjualnya dengan harga sesuai HET yakni Rp15.700.
“Tujuannya agar masyarakat dapat menjangkau dan membeli Minyakita sesuai HET,” tuturnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, berkomitmen memastikan harga eceran untuk masyarakat tetap sesuai aturan. Hal itu dilakukan dengan upaya pemasangan stiker, sebagai alat sosialisasi terhadap aturan HET.
Menurutnya, upaya pemasangan stiker hingga banner HET Minyakita di beberapa titik strategis Pasar Induk Sidomakmur dapat memberikan informasi harga resmi kepada pedagang maupun pembeli.
“Tujuannya agar masyarakat tahu harga resminya, sehingga tidak ada oknum pedagang yang berani menjual di atas harga yang telah ditentukan pemerintah,” tambahnya.
Di tempat lain, Plt Kabid Perdagangan Dindagkop UKM Blora, Indah Yuniatik, mengatakan harga bahan pokok saat ini aman. Pihaknya akan melakukan pengawasan harga hingga stok bahan pokok secara keliling.
“Ini sudah ada pemasangan stiker, Minyakita turun, dari 16.000 ke 15.700. Nanti kita pantau terus di pasar, kita pastikan momentum Ramadan hingga hari raya tidak ada lonjakan harga Minyakita,” tuturnya.
Upaya mitigasi dari Satgas Pangan, kata dia, sudah dilakukan dengan Bulog sebagai penyedia dan penyalur bahan pokok.
“Yang biasanya melalui pedagang atau Distributor. Saat ini, langsung dari Bulog ke pengecer di pasar,” katanya.
Sementara itu, seorang pedagang di Pasar Sidomakmur, Sumarsih, menjelaskan jika pendistribusian Minyakita dari Bulog itu sangat membantu untuk menjual produk tersebut sesuai HET.
“Ya dengan ini sangat membantu kami selaku penjual dan pembeli,” jelasnya.
Sumarsih berharap pendistribusian dari Bulog terus berlanjut sehingga harga Minyakita bisa stabil. Sebab menurutnya sebelum ada pendistribusian ini, harga di pasar sudah melambung jauh di atas HET.
“Mahal, saya dapat dari sales per liter sudah Rp18.000,” tambahnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















