BLORA, Beritajateng.id – Sebanyak 131 kios dan satu bangunan utama di Pasar Ngawen dirobohkan untuk pembangunan ulang. Hal ini dilakukan untuk mempermudah petugas membersihkan sisa dari puing-puing bangunan yang terkena kebakaran pada awal 2024 lalu.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Blora, Margo Yuwono mengatakan, pembangunan Pasar Ngawen semakin dikebut. Sehingga kios-kios bangunan yang masih berdiri dirobohkan.
“Sesuai dengan permintaan pemerintah pusat, pembangunan ulang kembali Pasar Ngawen harus kosong,” ujar Margo, Rabu, 15 Oktober 2025.
Selain itu, ia mengatakan perobohan ratusan kios itu bertujuan agar pembangunan Pasar Ngawen yang baru bisa sesuai dengan desain awal.
“Agar pembangunan sesuai desain dengan memperhatikan kualitas bangunan yang aman dan sesuai desain,” ujarnya.
Sebelum bangunan dirobohkan, kata dia, para pedagang sudah melakukan relokasi secara mandiri terlebih dahulu. Sehingga ratusan kios tersebut sudah kosong.
“Pembongkaran dilakukan dengan alat berat eskavator, pedagang sudah direlokasi dan aman dari aktivitas warga. Kami meminta warga untuk relokasi pada minggu lalu agar pembangunan ulang bangunan Pasar Ngawen segera dimulai,” ucapnya.
Margo menambahkan, pembangunan Pasar Ngawen akan dimulai setelah bangunan lama dirobohkan. Dari jadwal yang ditentukan kementerian, setelah pembongkaran akan ada penandatanganan kontrak.
“Penandatangan kontrak pembangunan Pasar Ngawen akan berlangsung antara tanggal 22 Oktober sampai 11 November. Semua proyek yang dikerjakan bersumber langsung dari Kementerian PU,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















