BLORA, Beritajateng.id – Wakil Bupati Blora yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG, Sri Setyorini, mengusulkan agar operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tirto Merah Asih di Desa Blingi, Kecamatan Tunjungan berhenti sementara.
Hal itu akibat adanya dugaan pencemaran lingkungan dari limbah cair yang meluber hingga masuk ke area persawahan setempat dan menimbulkan bau tidak sedap.
Dari hasil sidak yang dilakukan pada Selasa, 5 Mei 2026, Sri Setyorini mengungkap SPPG kedapatan baru memasang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Kami menindaklanjuti laporan dari warga bahwa IPAL-nya bocor hingga masuk persawahan, dan kebetulan IPAL-nya baru di pasang, sebelumnya belum punya IPAL, hanya penampungan seperti sepiteng tidak memenuhi standar” jelas Bude Rini, sapaan akrabnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menyayangkan kejadian ini sebab sebelumnya pihaknya telah menegaskan kepada seluruh pengelola dapur SPPG agar memenuhi seluruh standar kelayakan operasional, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sistem IPAL yang sesuai ketentuan.
“Saya prihatin, Kemarin kan satu bulan yang lalu sudah saya kumpulkan bahwasanya saya nyuwun tulung (meminta tolong, red) karena ini memang perintah aturan dari BGN bahwa harus ada SLHS dan IPAL, dan saya sudah beri waktu sampai dengan 1 April 2026,” ujarnya.
Meski begitu, menurutnya saat ini sudah banyak SPPG yang mulai memasang IPAL sesuai standar.
“Saya rekap sama sekretaris satgas masih banyak yang pesan dan proses pengerjaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Tirto Merah Asih, Ahmad Afif Jaelani Asy’ari, menuturkan IPAL yang dipasang di dapur MBG tersebut masih berupa penampungan. Pihaknya pun selama ini melakukan sistem sedot setiap tiga kali.
“Sebelumya yang kita lakukan menyedotnya seminggu tiga kali,” katanya.
Untuk penanganan limbah cair yang bocor dan mengganggu warga sekitar, ia mengaku telah mengusulkan pemasangan IPAL yang sesuai standar ke mitra.
“Saya sudah mengajukan pengadaan IPAL tersebut ke yayasan namun prosesnya lama,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















