BLORA, Beritajateng.id – Kawasan hutan di Kabupaten Blora seluas 77,8 hektar akan dijadikan sebagai markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Kawasan itu tepatnya berada di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran.
Administratur KPH Blora M. Agus Nawin Romdloni mengatakan proyek pembangunan Yonif TP masih menunggu arahan dari pusat. Sebab lokasi pembangunan tersebut merupakan kawasan hutan.
“Mekanisme proses penggunaan kawasan hutan akan dilakukan pusat. Dari Kementrian Pertahanan dan Kementerian Kehutanan. Kami menunggu arahan lanjutan,” ujar Agus, Jumat, 15 Mei 2026.
Lokasi yang diusulkan pembangunan Yonif TP itu, kata dia, berada di tiga petak lahan Perhutani KPH Blora, yakni petak 131, 132, dan petak 133.
“Total luas 77,8 hektar,” imbuhnya.
Sementara di level bawah, pihaknya berkordinasi dengan Kodim 0721/Blora agar pelaksanaan pembangunan proyek ke depan dapat berjalan lancar tanpa melanggar aturan dan tata tertib.
Agus mengungkap, beberapa waktu lalu Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael meninjau langsung kawasan hutan yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan Yonif TP itu.
Dalam peninjauan itu, Kolonel Ezra menyebut lokasi tersebut sangat strategis, berada di sisi kanan Kabupaten Blora. Pada thap awal, ia menyebut akan disiapkan marshalling area sebagai tempat berkumpul sementara untuk interval pembangunan yang dikerjakan pada triwulan ini. Ia merinci, dari total 77 hektar hanya 2 hektar yang dipakai untuk marshalling area.
Namun ia menegaskannya saat pembangunan fisik, Yon TP akan dibangun lengkap meliputi markas batalyon, markas kompi, barak, fasilitas olahraga, lapangan tembak, hingga kolam renang.
“Ini lengkap karena merupakan proyek strategis nasional, bapak presiden kita juga, ini akan dibuat sangat ideal,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















