BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bakal menyalurkan sejumlah bantuan usaha produktif kepada mustahik atau yang berhak menerima zakat.
Sejumlah bantuan itu berupa peternakan ayam petelur, gerobak usaha, mesin jahit, program Z-Mart, hingga Z-Auto untuk perbengkelan.
Bupati Arief Rohman mengatakan program tersebut merupakan kegiatan rutin Baznas, untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Menurutnya salah satu program yang cukup diminati warga yakni bantuan peternakan ayam petelur.
“Program ayam petelur ini baru. Harapannya bisa menambah pendapatan keluarga, sekaligus mendukung pemenuhan gizi,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Arief, seluruh program tersebut dibiayai dari zakat yang dihimpun Baznas, termasuk zakat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Blora.
Ketua Baznas Blora, Sutaat, menjelaskan penerima bantuan ditentukan melalui usulan desa yang dilengkapi surat keterangan tidak mampu, data DTSEN, dokumentasi kondisi penerima, serta hasil survei lapangan.
“Penetapan penerima juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial P3A. Data penerima dicocokkan dengan DTSEN sebelum dilakukan survei,” katanya.
Pada akhir 2025, ia mengungkap Baznas menyalurkan bantuan kepada 105 mustahik. Rinciannya, 80 penerima bantuan usaha ayam petelur dan 25 penerima bantuan gerobak usaha untuk UMKM.
Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Bidang II Nur Rokhim menyebut pada 2026 pihaknya menargetkan penyaluran bantuan ayam petelur kepada 30 mustahik setiap bulan. Setiap penerima memperoleh satu kandang, 20 ekor ayam petelur, serta pakan untuk satu bulan dengan nilai bantuan sekitar Rp3,8 juta.
Selain itu, ia menuturkan Baznas juga menyalurkan 10 unit gerobak usaha setiap bulan dengan nilai sekitar Rp3,6 juta per unit. Bantuan alat jahit juga terus berjalan.
Dalam waktu dekat, ia mengungkap Baznas akan meluncurkan program Z-Auto berupa bantuan peralatan bengkel senilai Rp5 juta untuk setiap penerima manfaat. Pihaknya juga menjalankan program Z-Mart bekerja sama dengan Baznas RI dan Baznas Jawa Tengah.
Melalui program tersebut, Rokhim menuturkan para penerima mendapatkan bantuan modal usaha berupa barang dagangan senilai Rp8 juta untuk membuka atau mengembangkan warung.
“Saat ini sudah ada 30 penerima Z-Mart. Jika perkembangannya baik, akan ditambah lagi,” pungkas Nur Rokhim.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















