BLORA, Beritajateng.id – Penjualan janur di Kabupaten Blora mengalami peningkatan hingga 40 persen dari hari biasanya seiring dengan dekatnya perayaan Lebaran Ketupat atau Bodo Kupat. Salah satu penjual janur di Pasar Tradisional Kecamatan Jepon, Gimin, mengaku penjualannya meningkat signifikan dibanding tahun lalu. Dalam sehari, ia kini mampu menjual hingga ribuan ikat janur.
“Satu ikat isi 50 janur, saya jual Rp15 ribu. Tahun lalu paling banyak hanya 800 ikat per hari, sekarang bisa sampai 1.000 ikat,” ujar Gimin, Rabu, 25 Maret 2026.
Menurutnya, lonjakan pembeli janur sudah terasa sejak sepekan sebelum Lebaran Ketupat. Ia memperkirakan permintaan janur akan terus meningkat hingga mendekati Lebaran Ketupat yang biasanya diadakan pada hari ketujuh setelah Lebaran.
Gimin mengungkap janur yang dijual didatangkan dari Kabupaten Purbalingga. Pasalnya, di wilayah Blora saat ini cukup sulit menemukan pohon kelapa sebagai bahan baku janur. Ia menambahkan, aktivitas jual beli janur biasanya mulai ramai sejak pagi hari.
“Jam 07.00 sudah mulai buka, dan jam 09.00 biasanya sudah ramai pembeli,” jelasnya.
Menurutnya pembeli janur tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga pedagang pasar. Mereka kemudian menjual kembali janur tersebut dengan harga sekitar Rp20 ribu per ikat.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















