DEMAK, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui Dinas Pariwisata membahas strategi pengembangan pariwisata dalam Dialog Internasional Curah Pikir Diaspora 2025 yang digelar di salah satu hotel di Semarang, Kamis, 6 November 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Demak, Endah Cahya Rini mengatakan hasil diskusi akan digunakan sebagai landasan rencana pengembangan pariwisata selama tiga tahun ke depan.
“Riset ini akan menjadi modal kami dalam menarik wisatawan ke Demak,” tuturnya.
Konsultan Pariwisata, Radityo Wahyu Hermawan mengungkap 90 persen pengunjung di Demak pada 2019 merupakan wisatawan nusantara.
“Ini menjadi PR bersama untuk menarik wisatawan mancanegara. Wisatawan asing yang datang ke Candi Borobudur jumlahnya besar, bahkan ada yang mencari kuliner sampai Salatiga. Mengapa mereka tidak sampai ke Demak, nah ini yang harus kita jawab bersama,” jelas Radityo.
Sementara itu, narasumber internasional, Prof. Rendi Van Zicchem dari Universite of Suriname memaparkan bahwa sekitar 15 persen warga Suriname memiliki garis keturunan dari Indonesia, termasuk dari wilayah Demak.
“Sejarah ini tidak hanya penting untuk diluruskan, tetapi juga bisa menjadi kekuatan identitas budaya dan potensi wisata sejarah,” ujarnya.
Bupati Eisti’anah, mengapresiasi berkomitmen untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata dengan memperluas daya tarik wisata di luar wisata religi dan budaya.
“Narasumber tidak hanya dari dalam negeri, tetapi hingga Suriname dan India. Ini memberi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan wisata religi dan sejarah di Demak,” ungkapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















