DEMAK, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak memetakan sebanyak 127 desa yang tersebar di 14 kecamatan masuk dalam kategori berpotensi tinggi mengalami bencana hidrometeorologi, khususnya banjir.
Meski hampir seluruh wilayah di Demak memiliki potensi bencana, namun BPBD berharap potensi tersebut tidak sampai terjadi. Untuk itu, BPBD memetakan wilayah rawan bencana dan menyiagakan personel guna memantau daerah-daerah berisiko.
“Hampir seluruh wilayah di Demak ini memiliki potensi bencana, namun kami berharap potensi tersebut tidak terjadi. Kami sudah memetakan wilayah rawan dan tetap menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Demak, Rezki Sulistyono Soedibyo.
Berdasarkan kajian risiko bencana, Rezki mengatakan ancaman banjir menjadi perhatian utama mengingat banyaknya aliran sungai besar yang melintasi Kabupaten Demak. Oleh karena itu, pihaknya lebih menitikberatkan upaya mitigasi secara non struktural.
Menurut Rezki, upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, penyebaran informasi, edukasi kebencanaan, hingga pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan yang baik sehingga dapat mengantisipasi dan meminimalkan dampak bencana.
Selain itu, BPBD Demak juga telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 40 desa tangguh bencana telah terbentuk yang tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Demak.
“Dengan terbentuknya Destana, diharapkan desa dapat secara mandiri menangani bencana melalui gotong royong dan swadaya masyarakat, terutama saat bencana datang secara tiba-tiba, sehingga dampaknya tidak terlalu parah,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia menuturkan desa-desa yang telah menjadi Destana diharapkan mampu membantu penanganan bencana di desa lain yang terdampak.
Meski begitu, pihaknya menegaskan akan tetap hadir dan memberikan pendampingan penuh dalam setiap upaya penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga penanganan saat bencana terjadi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















