PEKALONGAN, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mengusulkan penyediaan sebanyak 200 tangki air bersih. Hal itu guna mengantisipasi adanya krisis air bersih akibat dampak kekeringan di musim kemarau nanti.
“Masih kita usulkan, belum dibahas. Kita usulkan 200 tangki air bersih,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, Jumat, 8 Mei 2026.
Selain itu, untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian, Agus mengungkap BPBD akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait guna menentukan langkah penanganan lahan sawah terdampak.
“Untuk lahan sawah, kita koordinasikan dengan dinas teknis untuk penyikapannya,” jelas Agus.
Ia menuturkan pihaknya juga telah memetakan hampir seluruh wilayah berpotensi terdampak bencana kekeringan pada musim kemarau 2026. Adapun risiko tertinggi berada di kawasan dataran tinggi.
“Hampir semua wilayah berpotensi, utamanya wilayah dataran tinggi. Kita sudah antisipasi menyiapkan bantuan air bersih melalui anggaran mendahului perubahan,” ujarnya.
Dalam upaya penguatan mitigasi bencana, BPBD Kabupaten Pekalongan juga menyiapkan sejumlah program strategis. Di antaranya penyusunan dokumen Rencana Kontinjensi Bencana, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana, serta kerja sama lintas daerah dalam penanganan bencana.
Tak hanya itu, BPBD juga akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) satgas dan relawan, serta membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kelurahan Tangguh Bencana (Kencana) sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan di tingkat masyarakat.
“Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meminimalisir dampak kekeringan yang berpotensi terjadi di Kabupaten Pekalongan selama musim kemarau tahun ini,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















