DEMAK, Beritajateng.id – Penanganan enam titik tanggul jebol yang mengakibatkan banjir di Desa Trimulyo dan Sidoharjo mulai dilakukan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana kini menurunkan sejumlah alat berat untuk melakukan perbaikan tanggul.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Sukiyono mengatakan pihaknya akan melakukan penanganan permanen usai penanganan sementara dilakukan. Hal ini agar tanggul tidak mudah jebol lagi.
“Masing-masing lokasi tanggul jebol diterjunkan alat berat untuk percepatan perbaikan tanggul, senyampang debit airnya menurun,” kata di Demak, Minggu.
Adapun penanganan tanggul masing-masing wilayah menggunakan dua alat berat berupa ekskavator. Diantaranya di Dukuh Solondoko dan Solorawe, Desa Trimulyo serta di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur.
Diketahui, banjir tersebut disebabkan karena faktor debit air Sungai Tuntang yang melintasi Kabupaten Demak melebihi daya tampung, menyusul intensitas curah hujan tinggi di kawasan hulunya. Sedangkan di Kabupaten Demak sendiri dalam kondisi cuaca cerah.
Akibat debit air yang melampaui daya tampung, tanggul Sungai Tuntang jebol di enam lokasi, serta terjadi limpasan air di beberapa lokasi pada Jumat pagi, 3 April 2026. Lokasi tanggul jebol berada di tiga titik Desa Trimulyo dengan panjang 10-30 meter dan tiga titik di Desa Sidoharjo dengan panjang sekitar 15 meter.
BPBD Demak mencatat banjir mengakibatkan 2.116 rumah dan 7.606 jiwa terdampak. Sedangkan yang mengungsi mencapai 2.839 jiwa yang berasal dari sembilan desa dari empat kecamatan. Kini pengungsi dilaporkan telah pulang ke rumahnya masing-masing, menyusul surutnya genangan.
Kesembilan desa tersebut, yakni Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso (Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solorire (Kecamatan Kebonagung).
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















