GROBOGAN, Beritajateng.id – Sebuah mobil Daihatsu Sigra berpenumpang tiga orang dari Jepara tertabrak Kereta Api Pandalungan di Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan pada Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 23.05 WIB.
Kronologi laka maut itu bermula saat KA Pandalungan melintas dari arah timur ke barat dengan rute Surabaya-Gambir. Peristiwa ini terjadi di KM 24 ± 8/9 petak jalur Gubug–Tegowanu.
Akibat dari peristiwa ini, Daihatsu Sigra warna silver metalik bernomor polisi AB 1266 NH tahun 2016 terpental dan terseret sejauh kurang lebih 50 meter dari titik tabrak. Tiga penumpang dalam mobil tersebut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kapolsek Tegowanu, AKP Setyo Budi Waluyo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Laporan diterima Polsek Tegowanu sekitar pukul 23.15 WIB atau sepuluh menit setelah kejadian.
“Petugas perlintasan sebelumnya sudah mengetahui adanya kereta api yang akan melintas dari arah timur menuju barat dan langsung menutup portal pintu perlintasan manual sisi selatan. Namun diduga pengemudi kendaraan kurang berhati-hati dan tetap melintas sehingga tertabrak kereta yang sedang lewat,” jelasnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menambahkan, benturan terjadi cukup keras karena kereta berada dalam kecepatan operasional normal.
“Akibat tabrakan tersebut, kendaraan terseret kurang lebih 50 meter dari titik tabrak. Ketiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbuh Kapolsek.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di perlintasan sebidang.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu dan memastikan benar-benar aman sebelum melintas rel kereta api, terutama di perlintasan manual. Utamakan keselamatan, berhenti, lihat kanan-kiri, dan dengarkan isyarat kereta,” tegasnya.
Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta akibat kerusakan berat pada kendaraan. Sementara itu, pada rangkaian kereta api dilaporkan lampu kabut pecah serta terdengar suara kebocoran angin. Meski begitu, perjalanan kereta tetap dapat dilanjutkan setelah dilakukan pengecekan.
Adapun identitas ketiga korban meninggal dunia yakni:
1. EP (41), wiraswasta, warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara (pengemudi).
2. HPS (34), swasta, warga Perum Pondok Randu Gede, Desa Pengkol, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara (penumpang).
3. MR (41), swasta, warga Desa Balungan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara (penumpang).
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















