GROBOGAN, Beritajateng.id – Seorang pria berinisial B (32) ditemukan tewas dalam keadaan mengapung di tepi empang wilayah Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Minggu malam, 5 Juli 2026 sekitar pukul; 20.30 WIB.
Saksi sekaligus rekan korban, Riski (24), menuturkan sebelumnya ia dan korban yang merupakan warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi, itu berjanji bertemu untuk memancing bersama.
Saat tiba di tepi empang, saksi mendapati korban dalam kondisi tengkurap mengapung di permukaan air, sementara alat setrum yang digunakan untuk menangkap ikan dalam keadaan menyala.
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Grobogan AKP Sunarto mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel bersama Tim Inafis Polres Grobogan, BPBD, dan petugas kesehatan dari Puskesmas setelah menerima laporan dari Kepala Desa Getasrejo.
“Begitu menerima laporan, kami bersama tim gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban sekaligus olah TKP guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut,” ujar AKP Sunarto, Senin, 6 Juli 2026.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya datang ke rumah orang tuanya di Desa Getasrejo pada Minggu pagi. Korban kemudian menghubungi rekannya untuk mengajak mencari ikan menggunakan alat setrum di sebuah empang pada malam hari.
Namun, saat waktu yang disepakati tiba, korban tidak merespons pesan WhatsApp dari rekannya. Karena khawatir, saksi mendatangi lokasi dan menemukan korban sudah tidak bergerak dalam posisi tengkurap mengapung di dekat bibir empang.
Saksi juga mendengar suara alat setrum yang masih aktif sebelum meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan alat setrum ikan masih menyala. Peralatan tersebut menggunakan baterai litium bertegangan 12 volt 200 Ah yang dirangkai hingga menghasilkan tegangan sekitar 220 volt untuk menyetrum ikan.
Selain alat setrum, petugas turut mengamankan sejumlah barang di lokasi, antara lain jaring yang berada di bawah tubuh korban, ember hitam di atas pelampung ban dalam, tas berisi telepon seluler, uang tunai, rokok, korek api, serta sepeda motor milik korban yang terparkir di sekitar empang. Polisi juga menemukan puluhan ikan dalam kondisi mati di sekitar lokasi.
Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah menunjukkan adanya luka bakar melepuh pada jari jempol dan telunjuk tangan kiri, serta luka melepuh di kedua telapak tangan. Petugas juga menemukan sisik ikan yang menempel pada kaki kiri korban.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal akibat tersengat aliran listrik dari alat setrum ikan yang digunakannya,” jelas AKP Sunarto.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, polisi mengamankan alat setrum ikan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
AKP Sunarto mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan alat setrum untuk mencari ikan karena selain melanggar ketentuan, juga membahayakan keselamatan jiwa serta merusak ekosistem perairan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mencari ikan menggunakan alat setrum. Cara tersebut sangat berisiko, dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, serta merusak ekosistem perairan. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















