GROBOGAN, Beritajateng.id – Seorang pria tewas usia tertemper Kereta Api (KA) Harina jurusan Bandung-Surabaya yang melintas di rel KM 31+0 jalur hulu Gubug-Kedungjati Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug pada Senin 29 Desember 2025.
Kapolsek Gubug, AKP Sunarto mengatakan, kronologi peristiwa ini bermula dari Masinis KA Harina yakni Andy Sahrianta yang melaporkan kejadian tersebut ke Stasiun Gubug.
Saat kejadian, menurut Masinis Andy, terdapat seorang pria yang berada di jalur perlintasan rel saat kereta melaju. Mengetahui hal itu, asistennya yakni Agus Teguh Prakoso membunyikan klakson sebanyak 35 kali secara berulang sebagai peringatan.
Namun, korban diduga tetap tidak menyadari kedatangan KA Harina tersebut hingga akhirnya tertemper. Peristiwa ini terjadi pukul 04.58 WIB dan dilaporkan ke pihak kepolisian pada 06.30 WIB.
“Masinis kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Stasiun Gubug setelah mengetahui ada seseorang yang tertabrak kereta di petak jalan Gubug–Tegowanu,” terang Kapolsek Gubug AKP Sunarto, melalui keterangan tertulis.
Petugas KAI bersama saksi kemudian mendatangi lokasi. Saat mendekati tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan satu bagian tubuh korban berada di pinggir rel. Setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi, tubuh korban ditemukan berada di dalam selokan di sisi selatan rel kereta api jalur ganda.
Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Gubug. Petugas gabungan yang terdiri dari Kapolsek Gubug, Kanit Reskrim, KSPKT, anggota Polsek Gubug, Tim Inafis Polres Grobogan, serta tenaga medis dari RSUD Getas Pendowo langsung mendatangi TKP.
“Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, korban dievakuasi ke RSUD Getas Pendowo Gubug untuk proses pemeriksaan medis dan identifikasi lebih lanjut karena tidak ditemukan identitas di sekitar TKP,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman serta menunggu hasil identifikasi korban. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api demi keselamatan bersama.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















