JEPARA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan layanan bus karyawan untuk mengurangi kemacetan di jalur kawasan industri. Hal ini disampaikan Bupati Witiarso Utomo saat halal bihalal serikat buruh di Maribu Resto, Selasa, 14 April 2026.
Menurut Mas Wiwit, sapaan akrabnya, penyediaan angkutan khusus karyawan menjadi solusi efektif untuk menekan volume kendaraan pribadi di kawasan industri. Saat ini, Pemkab Jepara telah menjalin komunikasi dengan Perum DAMRI terkait kesiapan armada.
“DAMRI siap mendukung berapapun jumlah bus yang dibutuhkan. Harapannya, program ini bisa mengurai kemacetan di jalur-jalur industri,” katanya.
Ia menambahkan, armada yang akan dioperasikan nantinya dirancang dengan fasilitas yang nyaman. Sementara itu, skema tarif dan titik penjemputan masih dalam tahap kajian.
Selain transportasi, Pemkab Jepara juga menaruh perhatian pada kesejahteraan pekerja melalui program daycare bagi anak-anak buruh. Program ini digagas sebagai bentuk dukungan terhadap keluarga pekerja sekaligus investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Sebagai tahap awal, enam perusahaan besar telah menyatakan kesiapan menjadi percontohan, yakni PT SAMI-JF, PT Parkland World Indonesia, PT Hwaseung Indonesia, PT Formosa Bag Indonesia, PT Kanindo Makmur Jaya, dan PT Jiale Indonesia Textile.
“Daycare ini bukan sekadar tempat penitipan anak, tetapi wujud kepedulian terhadap masa depan generasi penerus,” tegasnya.
Pihaknya juga menekankan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jepara. Ia menyebut IPM Jepara menunjukkan tren positif dengan kenaikan dari 74,32 menjadi 74,90.
Peningkatan ini, menurutnya, tidak lepas dari kontribusi para pekerja dalam mendukung pembangunan daerah.
“Saat ini, IPM Jepara masih tertinggal sekitar tiga poin dibandingkan Kabupaten Kudus,” imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan serikat buruh Jepara, Murdianto, mengapresiasi langkah Pemkab Jepara yang dinilai semakin memperhatikan kesejahteraan pekerja.
Ia juga mendukung penuh rencana penyediaan bus karyawan dan program daycare. Namun, pihaknya mengusulkan adanya pengembangan jalur alternatif, seperti jalur lingkar Mayong, guna mendukung kelancaran operasional transportasi tersebut.
“Sepanjang bermanfaat untuk pekerja, kami siap mendukung program pemerintah,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















