JEPARA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan anggaran sebesar Rp5,9 miliar untuk penanganan kekeringan saat musim kemarau nanti. Anggaran itu tidak hanya untuk dropping air bersih, namun juga pembangunan sumur bor hingga pipanisasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyampaikan anggaran itu dialokasikan bertahap pada 2026 dan 2027. Di 2026, anggaran yang disiapkan sebanyak Rp1,7 miliar yang bersumber dari Rp450 CRS Bank Jateng dan Rp1,297 miliar dari APBD Jepara.
“Jadi selain penanganan darurat menggunakan dropping air bersih, Pemkab Jepara juga serius menangani kekeringan secara permanen melalui pembangunan sumur bor dan pipanisasi di desa-desa rawan kekeringan,” katanya.
Sementara pada 2027 nanti, Pemkab Jepara akan menambah anggaran sebanyak Rp4,26 miliar untuk melanjutkan pembangunan sumur bor dan pipanisasi yang belum tuntas di 2026. Sehingga total keseluruhan anggaran untuk penanganan kekeringan yakni Rp5,9 miliar.
Adapun lokasi penanganan kekeringan permanen meliputi, Desa Clering dan Desa Sumberrejo di Kecamatan Donorojo, Desa Bategede Kecamatan Nalumsari, Desa Kunir Kecamatan Keling, Desa Temiliar, Desa Kepuk, dan Desa Banjaran di Kecamatan Bangsri, serta Desa Cepogo Kecamatan Kembang.
“Untuk tahun 2026, pipanisasi di Desa Kunir dan penyambungan jaringan air bersih di Desa Bategede sudah selesai. Sedangkan wilayah lainnya baru penanganan sebagian dan akan dilanjutkan pada 2027,” jelasnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam mengatasi persoalan kekeringan yang selama ini kerap terjadi setiap musim kemarau.
“Dari Pemerintah Kabupaten Jepara betul-betul serius untuk menangani kekeringan secara permanen, sehingga masyarakat nantinya tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dropping air bersih saat musim kemarau,” tegas Arwin.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















