KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal menggelar pelatihan pengendalian hama Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) bagi petani kopi di Desa Krikil, Kecamatan Pageruyung, Selasa-Rabu, 11-12 Agustus 2026.
Kepala Bidang Perkebunan DPP Kendal, Gunadi mengatakan, kopi menjadi salah satu komoditas pertanian yang terus berkembang di sejumlah wilayah Kendal, terutama kawasan dataran tinggi.
“Empat tahun terakhir ini agak booming dan luasan area yang ditanami kopi juga bertambah karena ada peningkatan harga,” ungkapnya.
Dengan kondisi itu, menurutnya penting memberikan pengetahuan dan keterampilan, terutama kepada petani kopi baru, mengenai cara penanaman hingga pengendalian hama agar produktivitas dan kualitas kopi terjaga.
Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari teknik budidaya kopi, pengendalian OPT hingga praktik pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) organik yaitu kelompok bakteri baik yang hidup di sekitar perakaran tanaman dan dapat membantu pertumbuhan tanaman serta meningkatkan kesuburan tanah.
“PGPR ini semacam bakteri yang bisa merangsang pertumbuhan tanaman kopi. Ini juga bisa membantu menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan kopi menjadi lebih baik,” terangnya.
Selain PGPR, petani juga mendapatkan praktik pembuatan Jadam Sulfur, yakni bahan pengendali OPT organik berbasis belerang yang dapat dimanfaatkan sebagai fungisida, bakterisida maupun akarisida.
“Harapannya, dengan adanya pelatihan ini para petani kopi bisa memahami dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengenali dan mengendalikan berbagai organisme pengganggu yang berpotensi menyerang tanaman kopi,” jelasnya.
Salah satu pemateri dari Pengendali OPT, Risky, menyampaikan pengendalian OPT tidak hanya mengandalkan penggunaan pestisida, tetapi juga memperhatikan bagaimana hama dapat dikendalikan sejak tanaman dipersiapkan dan dibudidayakan.
“Pengendalian hama terpadu ini tidak hanya menitikberatkan pada pestisida, tetapi bagaimana hama bisa dikendalikan secara ramah lingkungan dan kolektif. Jadi, pengendalian dilakukan mulai tanaman itu disiapkan di awal,” ungkapnya.
Selama pelatihan, para petani juga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan dan memperbanyak bakteri perangsang akar yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan sekaligus ketahanan tanaman kopi terhadap serangan OPT.
“Selama dua hari ini petani kita ajak bersama-sama memperbanyak bakteri perangsang akar untuk meningkatkan ketahanan tanaman kopi dan juga praktik pembuatan fungisida secara alami berbahan dasar belerang,” lanjutnya. (adv)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















