KENDAL, Beritajateng.id – Kabupaten Kendal diperkirakan akan dapat memasok sampah hingga 100 ton per hari dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Diketahui, program ini merupakan kerjasama untuk mengubah sampah menjadi energi listrik antara Pemkab Kendal, Pemkot Semarang, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).
“Kabupaten Kendal diberikan izin untuk mengirimkan sampah ke fasilitas PSEL di Kota Semarang dengan kuota minimal mencapai 100 ton per hari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kendal, Aris Irwanto, dalam kegiatan coffee morning di halaman DLH Kendal, Jumat, 10 April 2026.
Program yang digagas Pemprov Jateng ini, kata dia, bertujuan mengurangi volume sampah di Kendal melalui solusi inovatif. Nantinya ratusan ton sampah tersebut akan dikirim dan diolah di lokasi PSEL yakni TPA Jatibarang Semarang.
“Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan persoalan sampah di Kabupaten Kendal dapat tertangani lebih efektif, sekaligus mendukung upaya pengurangan volume sampah serta pemanfaatannya menjadi sumber energi alternatif,” harapnya.
Meski begitu, Aris memaparkan saat ini timbulan sampah secara keseluruhan di Kendal yang mencapai 437 ton per hari. Sehingga program ini dinilai masih belum dapat mengurangi keseluruhan timbulan sampah di Kendal.
“Timbulan sampah keseluruhan di Kendal 437 ton per hari, yang masuk ke TPA 191 ton. Ya meski nanti kita kirim ke TPA Jatibarang 100 ton per hari artinya volume sampah yang harus ditangani juga masih banyak,” tambahnya.
Menghadapi tantangan ini, DLH Kendal telah menyiapkan langkah solutif lanjutan dalam penanganan sampah. Pihaknya secara aktif terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan terkait pengolahan sampah
Selain itu, Aris mengungkap Pemerintah Kabupaten Kendal berencana membuat terobosan dengan menggunakan teknologi tinggi untuk mengolah sampah dari hilir.
“InsyaAllah di tahun 2026 maksimal di anggaran perubahan akan ada pengadaan pirolisis semacam alat yang mengubah sampah plastik menjadi energi bahan bakar minyak. Kami juga berharap masyarakat juga bisa membuat biopori di masing-masing rumah,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















