KENDAL, Beritajateng.id – BPBD dan Polres Kendal menutup operasi SAR (opsar) usai seluruh korban mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo ditemukan.
Diketahui, korban terakhir yakni Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) asal Bojonegoro telah ditemukan pada Rabu, 5 November 2025 sekitar pukul 21.50 WIB di Karet Mbulu Jolinggo Desa Getas. Jenazahnya langsung dibawa ke RSUD Kendal untuk kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar menjelaskan, apel penutupan opsar ini merupakan tanda bahwa operasi pencarian korban mahasiswa KKN yang hanyut resmi dihentikan dan dibubarkan.
“Hari ini tanggal 6 November 2025 tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Pemda, Polri, relawan masyarakat dan seluruh elemen yang membantu pencarian korban hanyut kemarin kami nyatakan dihentikan dan dibubarkan,” kata Kapolres Kendal di halaman kantor BPBD Kendal, Kamis, 6 November 2025.
Sebelumnya Kapolres Kendal juga secara langsung terlibat dan aktif melakukan pemantauan dalam pencarian korban hanyut tersebut. Selain itu Polres Kendal juga melakukan trauma healing kepada keluarga korban.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo menjelaskan, korban terakhir ditemukan melalui pemantauan darat setelah proses pencarian dilakukan secara intensif di sepanjang aliran sungai.
Ia menyebut, penutupan operasi SAR dilakukan setelah seluruh prosedur evakuasi dan identifikasi korban rampung.
“Harapan kami, tragedi seperti ini tidak terulang kembali. Edukasi keselamatan dan kewaspadaan di sekitar aliran sungai akan terus kami dorong bersama berbagai pihak,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















