KENDAL, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal akhirnya menindaklanjuti keluhan warga Desa Puguh, Kecamatan Pegandon, mengenai adanya aktivitas tambang galian C yang diduga ilegal.
Dalam audiensi yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal, Wakil Bupati (Wabup) Benny Karnadi menegaskan aktivitas penambangan galian C di Desa Puguh sudah tidak diperbolehkan lagi lantaran aktivitas pertambangan di wilayah tersebut tidak memiliki izin.
“Kita tidak melarang penambangan galian C asal prosedurnya benar. Penambangan di Desa Puguh ini tidak ada izinnya sehingga saya tegaskan tidak ada lagi penambangan di Desa Puguh,” ujar Wabup Benny di Aula Kecamatan Pegandon, Sabtu, 14 Maret 2026.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol, Alfebian Yulando, mengatakan audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi perwakilan warga Puguh yang sebelumnya disampaikan dalam audiensi bersama BEM Kendal.
“Warga menyampaikan bahwa mereka belum bisa nyaman dan tenang, serta menginginkan adanya pertemuan lanjutan untuk membahas konflik aktivitas galian C yang meresahkan tersebut dengan mendatangkan Bapak Wakil Bupati selaku Satgas MBLB (Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan,” ujar Febi, sapaan akrabnya.
Melalui forum dialog tersebut, Febi berharap permasalahan terkait tambang galian C dapat diselesaikan secara musyawarah dan memberikan kepastian serta kenyamanan bagi warga Desa Puguh ke depannya.
Sebelumnya, warga Desa Puguh, Kecamatan Pegandon bertindak tegas menutup akses tambang galian C milik PT Pandawa. Pemblokiran dilakukan karena aktivitas galian tersebut diduga ilegal dan berdampak merusak lingkungan sekitar.
Salah seorang warga, Sobirin, mengucapkan terima kasih kepada Badan Kesbangpol yang telah memfasilitasi audiensi warga dengan Pemkab Kendal terkait persoalan tambang galian C di desa tersebut.
“Terima kasih kepada Pak Febi dan Pak Wabup yang telah memberikan masukan kepada kami dan memfasilitasi terkait persoalan galian C di desa kami. Tapi selain di Desa Puguh ini juga ada aktivitas galian C di wilayah Desa Pekuncen yang juga berdampak ke desa kami. Kami mohon juga ada perhatiannya,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















