REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Rembang mendorong para petani garam melakukan hilirisasi produk sebagai peluang menambah nilai jual. Dorongan ini diwujudkan dengan agenda Pelatihan Teknis Pengembangan Hilirisasi Produk Unggulan Berbasis Kelautan (Garam) di Kecamatan Kaliori.
Pelatihan ini diikuti 57 peserta dari 5 desa di 2 kecamatan. Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Yudi Hermawan, mengatakan Rembang punya potensi besar dalam pengolahan garam.
Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Tengah, luas lahan tambak garam di Kabupaten Rembang mencapai 1.548,37 hektar, dengan produksi mencapai 48.900,52 ton.
“Garam di Rembang mempunyai peluang untuk dikembangkan dalam bentuk hilirisasi berupa pengolahan garam krosok menjadi produk yang mempunyai nilai tinggi, dalam bentuk garam spa, garam kecantikan dan garam kesehatan,” kata Yudi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Penataan Desa Dinpermades Rembang, Bambang Priyantoro, mengatakan hilirisasi menjadi peluang bagi masyarakat desa untuk meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal.
“Dengan hilirisasi, garam bisa diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Camat Kaliori, Dwi Susilowati, menuturkan potensi garam merupakan anugerah yang perlu dikelola dengan ilmu dan keterampilan.
“Kami berharap para pembudidaya dan pengrajin garam dapat meningkatkan kualitas produk, menambah nilai jual, dan membawa kesejahteraan yang lebih nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai inovasi pengolahan garam, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital hingga teknik pengemasan dari berbagai narasumber.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Tia















