SEMARANG, Beritajateng.id – Sebanyak 200 peserta tunanetra dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Jambore Al-Qur’an Braille Nasional 2025 yang digelar di Gedung Madinah, Kompleks Islamic Centre Manyaran, Jalan Abdul Rahman Saleh, Sabtu, 8 November 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas Sahabat Mata ini dihadiri para peserta dari berbagai daerah, seperti Bukittinggi, Riau, Pekanbaru, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Banjarmasin, hingga Kalimantan Selatan.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya karena Kota Semarang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut.
“Ini menjadi kebahagiaan bagi Kota Semarang karena para penyandang tunanetra bisa mengagendakan acara nasional ini di Semarang. Kami berharap Jambore Al-Qur’an Braille dapat menumbuhkan semangat dan keyakinan bahwa para tunanetra juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan beribadah,” ujar Iswar.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Zaenal Petir, pembina komunitas Sahabat Mata sekaligus penasehat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang, atas kontribusinya yang besar dalam pemberdayaan penyandang disabilitas.
“Perannya luar biasa, tidak hanya bermanfaat bagi komunitasnya, tetapi juga bagi masyarakat luas. Kami menyadari masih banyak pekerjaan rumah bagi Pemkot Semarang untuk menjadikan fasilitas publik lebih ramah disabilitas, termasuk bagi teman-teman tunanetra,” tambahnya.
Iswar berharap ke depan seluruh kantor di lingkungan Pemkot Semarang dapat lebih inklusif dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas.
Sementara itu, Zaenal Petir mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya penyelenggaraan jambore tersebut.
“Alhamdulillah, acara berjalan lancar berkat dukungan banyak pihak, terutama Pemkot Semarang dan Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah. Jambore Al-Qur’an Braille ini unik karena satu-satunya kegiatan nasional sejenis yang digelar di Semarang,” ujarnya.
Zaenal juga menyayangkan belum adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, meski acara ini memiliki nilai sosial dan spiritual yang tinggi.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan mendapat dukungan lebih luas agar semakin banyak penyandang tunanetra yang termotivasi untuk membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an,” imbuhnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















