SEMARANG, Beritajateng.id – Donasi dalam program Bulan Kemanusian Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang tembus Rp3 miliar, tepatnya Rp3.086.766.402. 80 persen dari hasil donasi itu atau Rp308 juta diserahkan ke PMI Jawa Tengah.
Adapun 80 persennya akan dikembalikan kepada masing-masing kecamatan di wilayah Kota Semarang berdasarkan perolehan donasi di wilayah tersebut. Dengan mekanisme tersebut, nominal yang diterima setiap kecamatan berbeda-beda.
Namun, perbedaan perolehan per kecamatan tersebut tidak menjadi batas dalam memberikan bantuan. PMI di suatu kecamatan tetap dapat membantu wilayah kecamatan lainnya apabila terdapat kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
Ketua PMI Kota Semarang Awal Prasetyo memastikan dana itu akan dikembalikan ke masyarakat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari penanganan banjir, kebakaran, kekeringan hingga berbagai kondisi darurat lainnya.
Namun ia menerangkan PMI Kota Semarang tidak hanya berfokus pada penanganan ketika bencana terjadi. Upaya mitigasi atau pencegahan menjadi salah satu prioritas utama dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Selain itu, menurutnya perlindungan terhadap kehidupan dan kesehatan masyarakat dilakukan dengan memperkuat kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.
“Tujuan utama PMI Kota Semarang adalah memproteksi hidup dan kesehatan masyarakat Kota Semarang dengan fokus pada pencegahan,” kata Awal setelah penutupan Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang Tahun 2026 di Wisma Perdamaian, Sabtu, 19 September 2026.
Menurut Awal, salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas relawan melalui berbagai pelatihan. PMI juga menyiapkan masyarakat agar lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.
Program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) menjadi salah satu upaya yang dilakukan PMI dengan melibatkan masyarakat di kelurahan-kelurahan yang memiliki potensi atau risiko bencana.
“Semua bentuk bencana kita antisipasi dengan cara pembinaan relawan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengatasi risiko bencana yang ada di tempatnya masing-masing,” ujarnya.
Selain Sibat, PMI juga mengaktifkan berbagai unsur kerelawanan seperti Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR) serta kelompok relawan lainnya.
Di sisi lain, PMI tetap memberikan respons langsung ketika masyarakat mengalami bencana atau kondisi darurat.
Bantuan dapat diberikan dalam bentuk kebutuhan dasar, distribusi air bersih, layanan ambulans gratis hingga layanan pengantaran jenazah.
“Semua itu dikembalikan pada masyarakat yang bergotong royong untuk menolong masyarakat lain yang memerlukan,” tegas Awal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam, yang mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam Bulan Kemanusiaan PMI.
Menurut Hakam, dukungan masyarakat tidak hanya diberikan dalam bentuk uang, tetapi juga berupa barang. Jika dikonversikan, total dukungan yang diterima PMI mencapai hampir Rp3,5 miliar.
“Tidak hanya dari sisi dana, tetapi juga ada beberapa bantuan yang diberikan ke PMI berupa barang. Nilai nominalnya kurang lebih hampir Rp3,5 miliar,” ujar Hakam.
Ia menilai partisipasi masyarakat dan berbagai stakeholder di Kota Semarang menunjukkan kepedulian yang kuat terhadap kegiatan kemanusiaan.
Hakam menambahkan, dukungan tersebut akan kembali dimanfaatkan untuk masyarakat yang membutuhkan, baik dalam kegiatan mitigasi kebencanaan maupun berbagai kegiatan sosial lainnya, termasuk program yang menyasar kelompok inklusif.
“Pada Bulan Kemanusiaan ini ternyata peran serta masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada di Kota Semarang cukup antusias,” katanya.
Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus terjaga sehingga kegiatan kemanusiaan PMI dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Semarang.
“Pemerintah Kota Semarang sangat mengapresiasi atas keberhasilan yang sangat luar biasa pada tahun ini. Terima kasih sekali lagi untuk masyarakat Kota Semarang,” pungkasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz/Lingkar Network
Editor: Utia Lil















