SEMARANG, Beritajateng.id – Pemilik sepeda motor Yamaha Fiz R mengaku kecewa dengan respon lambat petugas SPBU saat motornya terbakar. Peristiwa itu terjadi di area SPBU Sriwijaya, Kota Semarang pada Jumat sore, 3 April 2026 kemarin.
Pemilik motor, Chiko Relisviano Ramadhan warga Krobokan, Semarang Barat, menuturkan kejadian bermula sesaat setelah ia mengisi bahan bakar di SPBU tersebut.
Ketika mencoba menyalakan motornya, percikan api tiba-tiba muncul dari area karburator Yamaha Fiz R miliknya.
“Saat menyalakan motor dengan double starter, muncul percikan api di bagian karburator. Saya menduga ada korsleting listrik,” tuturnya, Minggu, 5 April 2026.
Menyadari situasi berbahaya, Chiko segera meninggalkan motornya dan meminta petugas SPBU mengeluarkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Namun permintaan itu tidak langsung direspons. Petugas diklaim menyebut penggunaan APAR tidak bisa dilakukan sembarangan karena harganya mahal dan harus menunggu persetujuan manajer terlebih dahulu.
Tak tinggal diam, Chiko bersama temannya berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan air dan kain basah.
Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan kobaran api yang terus membesar.
Petugas SPBU baru mengeluarkan APAR setelah motor Chiko nyaris tinggal kerangka. Api pun berhasil dipadamkan, namun kondisi kendaraan sudah tidak dapat diselamatkan.
“Motor sudah hangus baru APAR dikeluarkan. Saya dan warga sempat protes, APAR itu gunanya apa,” ujarnya.
Setelah kejadian, polisi yang tiba di lokasi menyarankan Chiko membuat laporan resmi, mengingat insiden terjadi di dalam area SPBU yang menjadi tanggung jawab pengelola.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU maupun Pertamina belum menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Meski kecewa, Chiko menyatakan dirinya dan keluarga memilih mengikhlaskan kejadian tersebut.
“Kalau tadi langsung dipadamkan saat api masih kecil, mungkin tidak akan merembet sebesar itu. Tapi kami sudah ikhlas,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















