SEMARANG, Beritajateng.id – Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) tahun depan akan mengalami peningkatan.
Ia mengungkap hal ini merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto yang meningkatkan jumlah RTLH secara nasional hingga delapan kali lipat mulai tahun depan.
Rencana itu sebelumnya telah disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, ketika berkunjung ke Mal Pelayanan Publik Kota Semarang, belum lama ini.
Pihaknya bahkan telah mengalokasikan anggaran pada 2026 untuk perbaikan 1.200 RTLH itu. Namun, Agustina menilai angka tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan penanganan rumah tidak layak huni di wilayahnya.
“Kalau kuota dari pemerintah pusat bisa ditambah, tentu kami siap. Masih banyak rumah yang harus ditangani,” ujarnya.
Agustina menambahkan bahwa pelaksanaan renovasi RTLH di daerah sering terkendala bencana alam maupun keterbatasan anggaran.
“Mudah-mudahan tidak ada tsunami (red: kendala lagi) sehingga program bisa berjalan sesuai target,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini Pemkot Semarang merenovasi 1.056 unit RTLH yang dibiayai APBD, ditambah bantuan dari pemerintah pusat serta dukungan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Saat ini Pemkot mengerjakan 1.056 unit. Dari pemerintah pusat sekitar 700 unit, dan dari CSR, Baznas, serta lainnya total sekitar 2.000 unit,” jelasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















