SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat pada puncak musim penghujan Januari–Februari 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto memastikan seluruh pompa dalam kondisi siap beroperasi, termasuk unit yang sebelumnya mengalami kendala teknis.
Ia mengungkap seluruh infrastruktur pengendali banjir kini dalam kondisi optimal setelah proses pergantian pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) diselesaikan.
“Sejauh ini tidak ada kendala. Pompanya BWS sudah diganti semua dan sudah bisa dioperasikan. Saat dicoba memang belum maksimal, tapi kami berharap saat musim penghujan semuanya berjalan optimal,” jelasnya.
Suwarto mengungkap, total ada sebanyak 119 pompa milik Pemkot Semarang yang disiagakan apabila muncul genangan banjir saat hujan lebat.
“Ditambah 101 pompa portable dari berbagai tipe, termasuk pompa mobil dan pompa berkapasitas 6 inci,” imbuhnya.
Untuk wilayah Waru, ia mengatakan proses konstruksi dan pergantian pompa oleh BBWS masih berlangsung. Di kawasan tersebut terdapat dua pompa yang berkapasitas 2 x 2.000 liter per detik dan tiga pompa milik pemkot yang kini diganti dengan dua unit baru berkapasitas 2 x 2.000 liter per detik.
Selain memastikan kesiapan peralatan, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi pengendalian banjir. Salah satunya melalui kerja sama dengan Kodim untuk pengawasan intensif di lapangan.
“Kami bekerja sama dengan Kodim. Pak Dandim mengerahkan anggotanya untuk membantu pemantauan rumah pompa, terutama di wilayah timur seperti Genuk, Gayamsari, Pedurungan, dan Semarang Timur. Mereka memastikannya beroperasi dan membantu distribusi logistik jika diperlukan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antar lembaga sangat membantu memperkuat kesiapsiagaan kota menghadapi potensi banjir akibat hujan lebat.
“Dengan seluruh pompa dalam kondisi siap dan koordinasi lintas sektor yang semakin solid, kita optimistis dapat mengurangi risiko dan dampak banjir pada puncak musim penghujan mendatang,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















