SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) buka suara mengenai temuan minyak goreng merek Minyakita berbau solar di sejumlah daerah.
Diketahui, Minyakita tersebut didistribusikan oleh Bulog sebagai bantuan pangan untuk sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah di Jateng. Diantaranya seperti Kabupaten Karanganyar, Klaten, Wonogiri, Grobogan, hingga Demak.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng Noval Nixmamara membenarkan adanya laporan dugaan Minyakita yang beraroma solar. Hal itu diketahui dari hasil koordinasi dengan Dinas Perdagangan kabupaten/kota.
“Namun demikian kami sampai dengan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan resmi terkait dugaan tersebut sehingga perlu dibuktikan secara ilmiah melalui pengujian laboratorium dan kami juga belum dapat menyimpulkan penyebab maupun tingkat pengaruhnya sebelum hasil uji lab itu nanti keluar,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.
Meski begitu, ia mengaku pihaknya bersama dengan tim terus melakukan pemantauan ketersediaan pasokan Minyakita agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Hal ini agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Mengenai dalam rangka apa bantuan tersebut disalurkan, ia menyebut Dinas Ketahanan kabupaten/kota yang berwenang menjawab hal tersebut.
“Saya kurang tahu kalau terkait dengan hal itu, karena bukan dari kami nggih. Mungkin bisa di cross check langsung ke teman-teman ketahanan pangan di kabupaten kota. Tugas kami terus melakukan monitoring terkait dengan distribusi agar tidak terjadi gangguan pasokan maupun kenaikan harga,” katanya.
Terkait data sementara daerah yang menerima bantuan Minyakita, pihaknya menyebut ada di daerah Solo Raya seperti Kabupaten Klaten, Wonogiri, Karanganyar. Untuk total jumlah minyak yang disalurkan, Noval mengatakan data tersebut ada ditangan Bulog dan pihak terkait.
“Kalau jumlah pastinya mungkin nanti dari Bulog sama dinas terkait nggih yang memberikan bantuan. Kami tidak tahu nilai jumlah pastinya untuk kuotanya,”sebutnya
Disperindag Jateng sendiri mendapatkan informasi adanya temuan Minyakita berbau solar sekitar dua minggu yang lalu atau sekitar 19 Juni 2026. Ia juga telah mendapatkan laporan dari Bulog adanya penarikan Minyakita yang bermasalah.
“Dan itu informasi dari teman-teman Bulog itu juga sudah langsung ditarik untuk produk-produk yang terindikasi atau terkontaminasi bau itu tadi dan sudah ditarik melalui pos-pos penyaluran itu dan diganti dengan produk yang baru. Dan pihak perusahaan atau distributornya juga menarik produknya,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















