KUDUS, Beritajateng.id – Dua siswi asal Kabupaten Kudus mencetak prestasi dengan bergabung dalam Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Putri Indonesia U-17. Keduanya yakni Della Citra Ayu dan Asyifa Sholawa Farizqi dari SMPN 3 Kudus.
Capaian kedua siswi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Sam’ani Intakoris. Ia ikut menyampaikan rasa bangga dan menilai prestasi itu menjadi bukti bahwa Kabupaten Kudus memiliki potensi olahraga yang menjanjikan. Bahkan, pembinaan olahraga di sekolah pun mampu mencetak atlet berkelas nasional.
“Alhamdulillah, ada dua anak dari Kudus yang dipanggil Timnas dan akan mengikuti pemusatan latihan ke Prancis. Ini kebanggaan bagi daerah, khususnya SMP Negeri 3 Kudus,” katanya.
Ia mengatakan bahwa prestasi ini juga merupakan bukti keberhasilan program Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang selama ini dikembangkan di Kabupaten Kudus. Bupati pun mengungkap peluang dibukanya kelas KKO lain di sekolah tingkat SD maupun SMP guna mencetak lebih banyak bibit unggul di bidang olahraga.
“Jika memang ada sekolah yang layak dan memang prestasi olahraganya bagus, harus siap juga untuk dikembangkan KKO kedepannya,” ungkapnya.
Sam’ani berharap, keberhasilan ini juga bisa menjadi pemicu bagi sekolah lain untuk mengembangkan potensi siswa di berbagai cabang olahraga. Sehingga, pembinaan potensi olahraga atlet bisa dilakukan sejak dini.
“Ke depan bukan hanya sepak bola, tapi juga olahraga lain seperti bulutangkis, voli, hingga panahan harapannya bisa dikembangkan agar ikut berprestasi,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendidikan dan olahraga.
“Prestasi harus diiringi dengan belajar, supaya keduanya bisa berjalan seimbang,” tegasnya.
Dirinya pun berpesan kepada dua siswa berprestasi tersebut agar bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan mendapatkan lebih banyak prestasi membanggakan.
“Tetap belajar, raih prestasi dan hati-hati saat di luar negeri. Semoga bisa pulang membawa ilmu yang sangat bermanfaat dan berprestasi untuk bangsa dan negara,” sebutnya.
Sebelum berangkat ke Prancis, Asyifa dan Della diketahui akan mengikuti Training Camp di Bogor mulai tanggal 25 April hingga 2 Mei 2026 bersama pemain dari berbagai daerah. Setelah itu, mereka dijadwalkan bertolak ke Prancis pada tanggal 3 Mei 2026 untuk menjalani agenda internasional bersama timnas setempat.
Kepala SMP Negeri 3 Kudus, Sunaryo, mengungkapkan bahwa pencapaian dua siswinya merupakan hal yang luar biasa. Pasalnya, dari 38 provinsi di Indonesia, dua pemain justru berasal dari satu sekolah yang sama.
“Ini bukan hal biasa. Kami sangat bangga, apalagi mereka masih usia SMP sudah bisa menembus Timnas,” ujarnya
Ia juga memaparkan peran kedua pemain di lapangan. Della berposisi sebagai gelandang bertahan dengan kemampuan membaca permainan yang baik, sementara Asyifa menjadi penyerang dengan insting mencetak gol yang tajam.
“Prestasi ini hasil kerja keras dan latihan yang konsisten. Mereka sudah dibina sejak awal melalui kelas khusus olahraga dengan sistem latihan yang terarah dan kompetitif,” jelasnya.
Sunaryo menambahkan, proses bergabung dengan timnas tidak mudah. Della bahkan sempat gagal dalam seleksi sebelumnya, namun hal itu justru menjadi motivasi untuk berkembang.
“Kegagalan itu yang membentuk mentalnya. Sekarang dia bisa membuktikan diri,” katanya.
Menurutnya, para peserta yang mengikuti training camp berasal dari berbagai daerah, sehingga menjadi kesempatan berharga untuk menambah pengalaman dan kemampuan di level internasional. Pihak sekolah pun memiliki target jangka panjang agar keduanya mampu menembus timnas senior kedepannya.
“Kami ingin mereka tidak berhenti di sini. Harus terus naik sampai level tertinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Della dan Asyifa mengaku senang sekaligus bangga bisa mendapatkan kesempatan bergabung dengan skuad muda Timnas Indonesia. Meski demikian, mereka mengaku juga merasakan sedikit rasa gugup menjelang keberangkatan ke luar negeri.
Asyifa mengaku masih tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan tersebut. Ia menyebut persiapan yang dilakukan adalah dengan meningkatkan intensitas latihan setiap hari.
“Senang dan bangga bisa terpilih, tapi juga deg-degan karena ini pengalaman pertama ke luar negeri,” ungkapnya.
Sedangkan Della menjelaskan bahwa seleksi yang dijalani cukup ketat, hingga akhirnya dipilih langsung oleh tim pelatih nasional. Ia juga mengaku rutin menjalani latihan intensif, termasuk menjaga pola makan, pola tidur, serta melatih mental bertanding.
“Awalnya kaget, tapi juga senang. Sekarang fokus latihan terus supaya siap,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















