KUDUS, Beritajateng.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kudus melakukan penyesuaian menu makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadhan berlangsung. Paket makanan siap saji dirancang lebih tahan lama agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.
Kepala SPPG Gondangmanis Bae Kudus, Yeni Krismadewi, mengatakan selama Ramadhan pihaknya tidak lagi menggunakan menu basah seperti hari biasa. Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga keamanan pangan sekaligus kualitas makanan hingga sore hari.
“Kalau hari biasa kami pakai menu basah, selama Ramadhan ini kami siapkan paket siap saji. Jadi makanannya lebih tahan lama sampai waktu berbuka dan tetap aman dikonsumsi,” ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Untuk menu hari ini, paket MBG berisi roti sando, susu, dan telur rebus. Sementara untuk variasi menu dalam satu pekan kedepan, SPPG telah menyiapkan lemper serta bolu kukus sebagai alternatif agar anak-anak tidak bosan.
Meski bentuknya lebih sederhana, kata Yeni ,komposisi menu tetap memperhatikan kebutuhan gizi penerima. Ia menegaskan seluruh paket MBG telah melalui perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) oleh ahli gizi.
“Semua sudah dihitung oleh ahli gizi. Tetap ada karbohidrat, protein, dan unsur gizi lainnya yang dibutuhkan anak-anak,” terangnya.
Terkait distribusi, ia menjelaskan MBG selama Ramadhan dibagikan setiap hari tanpa sistem rapelan. Pengiriman dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan sasaran utama sekolah-sekolah.
Urutan distribusi dimulai dari jenjang TK, kemudian SD, SMP, hingga SMA. Setelah distribusi ke sekolah, paket MBG juga disalurkan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Yeni mengungkap total penerima manfaat program ini mencapai 3.596 orang yang tersebar di delapan sekolah serta kelompok 3B di Desa Bae dan Desa Gondangmanis.
Beberapa sekolah penerima MBG antara lain SMP 1 Bae, SMP 2 Bae, SMA 2 Bae, TK ABA, SD 1 Gondangmanis, SD 4 Gondangmanis, SD 5 Gondangmanis, serta SD Kayuapu.
Yeni menambahkan, pihaknya membuka ruang evaluasi melalui PIC di masing-masing sekolah. Jika ada masukan, termasuk indikasi alergi makanan pada siswa, menu akan dikaji ulang bersama ahli gizi.
Untuk menu seperti lemper, ia memastikan daya tahannya aman karena melalui dua kali proses pengukusan dan menggunakan isian abon ayam yang relatif lebih awet.
“Biasanya satu minggu sebelumnya kami lakukan uji coba menu, umumnya di akhir pekan, sebelum benar-benar didistribusikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Guru SMP 1 Bae sekaligus PIC MBG, Supriyatno, berharap program MBG selama Ramadan dapat terus berjalan lancar. Ia menilai program ini sangat membantu siswa agar tetap bisa berbuka dengan asupan sehat dan bergizi.
“Semoga kualitas menu dan ketepatan distribusi tetap terjaga, sehingga anak-anak tetap sehat dan kuat menjalani ibadah puasa,” tukasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















