PATI, Beritajateng.id – Ribuan hektar lahan sawah di wilayah Kabupaten Pati terancam gagal panen akibat pasokan air berkurang selama musim kemarau. Debit air Sungai Silugonggo yang menjadi salah satu sumber pengairan sawah di Pati kini terpantau terus menurun.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Pati, Ratri Wijayanto, mengungkap total ada 2.655 hektar yang terancam puso atau gagal panen. Kecamatan Gabus menjadi daerah paling luas terancam gagal panen dengan total 764 hektar sawah.
Kemudian disusul Kecamatan Pati dengan total luas 706 hektar sawah, Margorejo 469 hektar, Jakenan 442 hektar, dan Kayen 210 hektar sawah yang terancam puso.
“Ada sekitar 2.655 hektar lahan pertanian padi dari 3.057 lahan yang saat ini terancam gagal panen akibat kekeringan,” ungkap Ratri, Senin 31 Agustus 2026.
Sebagai bentuk penanganan, pihaknya terus melakukan langkah antisipasi agar dampak kemarau tidak semakin meluas. Salah satunya dengan mengupayakan penambahan pasokan air ke Sungai Silugonggo untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, lanjut Ratri, telah menyampaikan surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Surat tersebut berisi permohonan agar dilakukan penggelontoran air ke Sungai Silugonggo sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi debit sungai yang terus mengalami penyusutan.
“Potensi gagal panen pastinya ada. Namun Pak Plt Bupati Pati masih berupaya bersurat ke BBWS Pemali Juwana sebagai bentuk upaya penggelontoran di Sungai Silugonggo agar airnya nanti bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” ungkap Ratri.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bagi ribuan hektar sawah yang berada di wilayah terdampak. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan kondisi lahan pertanian serta ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah Kabupaten Pati.
Jurnalis: *Red
Editor: Utia Lil















