PATI, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bakal mengajukan Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk memperbaiki jembatan penghubung antar dukuh di Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi.
Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati, Hasto Utomo, menuturkan kerusakan jembatan akan dikonfirmasikan terlebih dahulu bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Karena tidak ada ploting anggaran untuk perbaikan, pihaknya bersama BPBD berencana untuk mengajukan BTT untuk perbaikan jembatan tersebut.
“Karena bencana kami menunggu koordinasi dengan BPBD dulu karena belum masuk rencana penanganan di anggaran murni 2026. Bisanya mengerjakan pakai dana BTT atau nanti kami usulkan di perubahan anggaran 2026,” kata Hasto, Rabu 1 April 2026.
Berdasarkan pantauan DPUTR Pati di lapangan, pihaknya menuturkan longsoran jalan yang terjadi sepanjang 8 meter dengan ketinggian 4,5 meter.
“Kemarin dicek petugas PU di lapangan sepanjang 8 meter ketinggian 4,5 meter,” tandasnya.
Diketahui, sebelumnya hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Pucakwangi pada Senin malam, 30 Maret 2026 mengakibatkan jembatan di Desa Lumbungmas nyaris ambrol pada Selasa, 31 Maret 2026.
Terpantau longsoran pada bahu jalan tepat sebelum memasuki jembatan longsor cukup lebar dan berpotensi merobohkan konstruksi jembatan.
Kepala Desa Lumbungmas, Sutik, mengungkapk sebelum kejadian, hujan deras disertai petir mengguyur wilayah tersebut sejak Senin petang. Tak lama berselang, bagian tebing jembatan yang sebelumnya sudah retak akhirnya runtuh.
“Pas magrib hujan deras, lalu jalan dan sayap jembatan ambrol. Sebelumnya memang sudah retak-retak dan sempat ditambal, tapi tidak kuat menahan debit air,” jelasnya.
Akibatnya, kendaraan besar seperti truk dilarang melintas karena risiko ambles susulan. Jalan pun hanya bisa dilalui kendaraan kecil dan sepeda motor dengan ekstra hati-hati.
“Sebagai langkah darurat, warga memasang penanda seadanya berupa batang pohon pisang di sekitar lokasi longsor,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















