PATI, Beritajateng.id – Bupati Pati non aktif Sudewo menyebut rencana perbaikan terhadap kerusakan ruas Jalan Tompegunung di Kecamatan Sukolilo telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2026.
Ia menjelaskan anggaran yang digelontorkan dalam APBD Murni 2026 tersebut yakni sebesar Rp210 miliar. Perbaikan itu mencakup Jalan Desa Tompegunung, Cengkalsewu, Gowa Pancur, Kuwawur, Wegil, Prawoto, Tambakromo, Maitan, dan sejumlah ruas lainnya.
“Sebanyak Rp 210 miliar itu jangan sampai dikurangi. Harus dilaksanakan sebaik-baiknya,” katanya kepada awak media saat doorstop di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, 22 Juni 2026.
“Saya sebagai Bupati Pati nonaktif yang masih punya rasa tanggung jawab dan tanggung jawab moral, formil maupun informal untuk pembangunan Kabupaten Pati,” imbuhnya.
Sudewo pun meminta agar anggaran tersebut tidak dialihkan untuk kebutuhan lain. Menurutnya seluruh rencana pembangunan infrastruktur tersebut telah ditetapkan dan disahkan melalui APBD Murni yang disepakati antara Pemkab Pati dan DPRD Pati.
“Jadi harus konsekuen itu dilaksanakan!” tegasnya.
Jalan Tompegunung sebelumnya sempat dikeluhkan warga setempat. Mereka bahkan mengadu ke Posko GERMAP yang dipimpin Yayak Gundul, untuk mengawal perbaikan jalan rusak di Kabupaten Pati.
Ruas jalan tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama puluhan tahun dan telah direncanakan Sudewo untuk diperbaiki dengan konstruksi hotmix dari APBD Murni 2026.
Plt Bupati Pati Chandra: Dianggarkan pada APBD Perubahan
Untuk diketahui, sebelumnya Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyatakan bahwa Jalan Tompegunung belum masuk dalam APBD Murni Tahun 2026 dan baru akan diusulkan melalui APBD Perubahan.
“Ini sudah kita survei dan kita cek. Nanti di anggaran perubahan kita anggarkan Rp 3 miliar. Mungkin sekitar 1 kilometer. Pelaksanaannya sekitar bulan September atau Oktober,” jelas Chandra saat meninjau jalan rusak di Dukuh Gelur, Desa Tompegunung, Sukolilo, pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Jalan Tompegunung telah mengalami kerusakan selama puluhan tahun. Jalan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat untuk menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, serta mendukung aktivitas pengangkutan hasil pertanian.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















