PATI, Beritajateng.id – Perayaan momen Iduladha di Kabupaten Pati yang dibarengi dengan sound horeg menuai pro dan kontra di masyarakat setempat. Salah satu contohnya sound horeg yang dimainkan di Desa Karanglegi, Kecamatan Trangkil pada Selasa, 26 Mei 2026, bertepatan dengan malam takbir Iduladha.
Kondisi ini menuai kritikan ditengah masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga Desa Karanglegi yang tidak mau disebutkan namanya. Ia menuturkan para pemuda di wilayah setempat tetap mendatangkan sound horeg mesti menepati malah takbir Iduladha.
“Meski sudah ada musyawarah ditingkat RT dan kelompok pemuda dan tidak menemui kesepakatan. Para kelompok pemuda tetap mendatangkan sound horeg meski bertepatan dengan malam takbir Idul Adha,” ungkapnya saat dihubungi Beritajateng.id, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia juga mengaku, sejumlah tokoh agama dan warga lainnya memperbolehkan mendatangkan sound horeg dengan syarat diluar momen sakral seperti malam Iduladha dan Idul Fitri.
“Terkadang, kelompok anak muda mengabaikan hal itu. Padahal, yang komplain tidak hanya warga muslim tetapi non muslim juga merasa terganggu dengan adanya sound horeg,” pungkasnya.
Ditempat terpisah, Ketua Paguyuban Sound Horeg Kabupaten Pati Supriyadi mengatakan bisnis seperti penyewaan sound system seperti sound horeg pasti menuai pro dan kontra.
“Sisi positifnya kita mampu mendongkrak UMKM skala bawah namun di sisi lain juga ada dampak bising yang harus didengar oleh masyarakat saat speaker dihidupkan,” terangnya.
Supriyadi mengakui pihaknya memang kurang setuju ketika acara seperti halal bihalal dan momen malam Idul Fitri mendatangkan sound horeg. Namun sebagai pengusaha sound karnaval atau sound horeg, ia mengaku tidak berdaya menolak permintaan penyewa.
“Semua kembali di pihak desa. Soalnya, melawan keinginan anak muda sekarang juga sulit,” tutupnya.
Pihaknya juga berpesan kepada masyarakat agar lebih dewasa menghadapi perkembangan moda hiburan seperti sound horeg.
“Yang terpenting, kami sebagai pengusaha hanya ingin mencari nafkah. Ketika ada gesekan di masyarakat, silakan dibicarakan baik-baik sehingga tetap kondusif. Misalpun ada kerusakan, pihak panitia juga telah memikirkan matang-matang akan resiko yang timbul dan cara mengatasinya,” tutup Supriyadi.
Diketahui, sebelumnya sejumlah kegiatan rakyat di Kabupaten Pati seperti sedekah bumi hingga Idul Fitri dan Iduladha saat ini ramai dibarengi dengan sound horeg. Menurut pantauan Beritajateng.id, beberapa desa yang mendatangkan sound horeg untuk meramaikan acara rakyat yakni seperti di Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan pada 29 April 2026.
Kemudian di Desa Karang, Kecamatan Juwana pada 24 Mei 2026 dan di Desa Karanglegi, Kecamatan Trangkil pada 26 Mei 2026 yang bertepatan dengan malam takbir Idul Adha 2026.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















