PATI, Beritajateng.id -Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menanggapi adanya sejumlah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang berhenti beroperasi jelang libur sekolah. Diantaranya SPPG Tanjungsekar di Kecamatan Pucakwangi, SPPG Pekalongan di Kecamatan Winong, dan SPPG Pakis di Kecamatan Tayu.
Wabup yang juga Ketua Satuan Pengawas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pati itu mengatakan, keterlambatan dana Bantuan Operasional (Banper) menjadi salah satu penyebab SPPG berhenti beroperasi.
Ia mengatakan, keterlambatan Banper itu merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, ia juga menduga bahwa penghentian operasional SPPG ini lantaran memasuki libur panjang sekolah.
Mengenai libur panjang sekolah di akhir tahun ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah seluruh SPPG tetap beroperasi atau tidak. Meski begitu, ia akan segera menyampaikan ke pusat supaya ada kejelasan terkait program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Itu dapurnya gimana, duitnya dari siapa kita juga enggak tahu. Itu langsung dari MBG pusat ke yayasan masing-masing. Pada intinya akan di-cross check lagi ya, kita cross check. Supaya apa, adik-adik penerima manfaat ini bisa mendapatkan manfaat MBG-nya di sekolahan-sekolahan masing-masing,” kata Chandra, baru-baru ini.
Wabup Chandra menyebut sudah ada 71 dari total 174 SPPG yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Pati yang sudah beroperasi. Karena masih banyak yang belum beroperasi, pihaknya berharap nantinya di 2026 seluruh dapur sudah bisa memberikan asupan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah, balita, dan ibu hamil menyusui .
“Total MBG itu ada 174 yang terdaftar. Yang sudah operasional 2 minggu kemarin itu sudah 71. Harusnya sudah nambah. Nanti coba saya update. Totalnya ada 174 yang sudah terdaftar,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















